HMI Polman Tolak Wacana 1.000 Bioskop di Desa: “Itu Proyek Elit, Bukan Kebutuhan Rakyat

Berita40 Dilihat

SANDEQ.CO.ID , POLEWALI MANDAR — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar (Polman) mengkritik keras wacana pemerintah pusat yang berencana membangun 1.000 bioskop di kawasan pedesaan. HMI menilai usulan dari Fraksi Gerindra tersebut tidak mewakili kepentingan rakyat dan cenderung menjadi proyek elit yang tidak menyentuh akar persoalan masyarakat desa .

 

Pengurus HMI Cabang Polman, Iqbal, menegaskan bahwa jika pemerintah pusat memiliki niat tulus untuk membangun desa, maka pembangunan harus dimulai dari aspek yang paling mendesak dan mendasar, bukan dari sektor hiburan mewah seperti bioskop.

 

“Bioskop itu bukan kebutuhan mendesak bagi masyarakat desa. Menjejalkan bioskop ke desa di tengah karut-marutnya infrastruktur dasar adalah bentuk kegagalan berpikir logis. Rakyat butuh makan, butuh jalan, dan butuh fasilitas medis, bukan disuruh nonton film!” tegas Iqbal dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (19/6) .

 

Dari sisi ekonomi, HMI mengingatkan bahwa setiap desa memiliki potensi pendapatan asli yang unik dan berbeda-beda. Dibandingkan menggelontorkan anggaran besar untuk sektor hiburan, pemerintah pusat seharusnya hadir untuk mendampingi dan mendongkrak potensi lokal tersebut agar desa bisa mandiri secara finansial .

 

“Pemerintah pusat mestinya membantu pemerintah desa mengelola potensinya—apakah itu pertanian, perkebunan, atau kerajinan lokal—bukan malah membawa proyek dari atas yang tidak ada perputaran ekonomi riilnya bagi masyarakat bawah,” tambah Iqbal .

 

Sorotan Kondisi Sulbar yang Memprihatinkan

 

Iqbal menyoroti realitas pahit yang terjadi di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar). Hingga saat ini, masih banyak desa di Sulbar yang terisolasi karena miskin infrastruktur jalan, minim sarana pendidikan, hingga sulitnya akses kesehatan .

 

Data menunjukkan angka kemiskinan di Sulbar tercatat 10,41% per Maret 2025, dengan mayoritas berada di wilayah pedesaan . Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Sulbar masih di bawah rata-rata nasional dan APBD daerah masih sangat terbatas .

 

“Di Sulbar, kita masih sering melihat potret memilukan di mana orang sakit atau ibu melahirkan harus ditandu berjalan kaki berkilo-kilometer menembus jalan rusak demi mencapai puskesmas. Sungguh ironis dan menyakitkan hati jika di tengah kondisi seperti ini, pemerintah justru sibuk memikirkan layar lebar dan studio film di desa. Ini jelas-jelas proyek elit yang amnesia terhadap realitas sosial,” tegas Iqbal .

 

Tuntutan Tegas HMI Polman

 

Secara tegas, HMI Polman meminta agar usulan proyek 1.000 bioskop ini segera ditolak dan dibatalkan. Proyek ini dinilai hanya akan menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) demi kepentingan segelintir investor atau korporasi hiburan, sementara sektor-sektor krusial terabaikan .

 

HMI Polman mendesak agar alokasi anggaran tersebut dialihkan untuk perbaikan akses jalan, pemenuhan fasilitas kesehatan yang lengkap, serta penyediaan sarana pendidikan yang layak di pelosok desa .

 

“Kami meminta dengan tegas agar usulan ini ditolak. Jangan biarkan uang rakyat di APBN habis terbakar untuk proyek kosmetik yang tidak berguna. Selamatkan dulu nyawa warga di pelosok dengan jalan dan fasilitas kesehatan yang layak, baru bicara soal hiburan!” pungkas Iqbal .

 

Laporan.   :  Anshar
Editor.    :  Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *