Mamuju Tengah, SANDEQ.CO.ID – Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mamuju Tengah menggelar kegiatan Pengukuhan dan Rapat Kerja Daerah yang ketiga masa Bhakti 2025 – 2030 di Aula A Kantor Bupati Kabupaten Mamuju Tengah, Sabtu, (09/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Mamuju Tengah, Dr. Arsal Aras , S.E., M.Si, sekaligus membuka acara Rapat Kerja Daerah pada kesempatan tersebut. Dan hadir pula Wakil Bupati Mamuju Tengah beserta beberapa unsur pimpinan instansi pemerintahan lainnya yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju Tengah, Ketua DPRD kabupaten Mamuju Tengah, Kepala Kepolisian Resor Mamuju Tengah, Ketua MUI Provinsi Sulawesi Barat yang diwakili oleh Wakil Sekretaris Umum serta para OPD Mamuju Tengah.
Disamping itu, kegiatan tersebut dihadiri oleh para pimpinan ormas keagamaan seperti PC NU Mamuju Tengah, PD Muhammadiyah Mamuju Tengah, Wahdah Islamiyah Mamuju Tengah, Hidayatullah Mamuju Tengah, LDII Mamuju Tengah, dan Banom keagamaan seperti Muslimat NU Mamuju Tengah, PC GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah serta Banom Lainnya.
Pada sesi pengukuhan, lebih dari 60 orang pengurus yang terdiri dari unsur dewan pimpinan dan Komisi-komisi serta anggota komisi dikukuhkan oleh Wakil Sekretaris Umum MUI Provinsi Sulawesi Barat, K.H. Syamsumarlin, Lc., M.A yang berlangsung dengan begitu khidmat.
Dalam sambutannya, Ketua MUI Mamuju Tengah, Kyai Muda Muhammad Anwar, S.Pd., M.Ag (lebih akrab disapa Kyai Anwar) menyampaikan bahwa jajaran dewan pengurus kini semakin beragam karena mengakomodir semua perwakilan organisasi keagamaan yang ada di Mamuju Tengah.
Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya MUI Mamuju Tengah dibawah nahkoda Kyai Anwar untuk mengkonsolidasikan nilai harmonisasi intra umat beragama di bumi Lalla’ Tassisara’. Selaras dengan apa yang disampaikan oleh K.H Syamsumarlin dalam sambutannya bahwa Komposisi Kepengurusan Majelis Ulama Indonesia itu tidak hanya diisi oleh kalangan ulama dan mubaligh melainkan juga ada unsur tenaga profesional didalamnya seperti tenaga kesehatan, praktisi ekonomi, guru dan tenaga profesi lainnya.
Sebagaimana diketahui bahwa Mamuju Tengah adalah salah satu wilayah transmigrasi terbesar di Sulawesi Barat sehingga berpengaruh besar terhadap tingkat keberagaman masyarakatnya yang begitu tinggi. Maka, peran para pemuka agama sangat diperlukan didalam menjaga kerukunan dan keharmonisan ditengah kemajemukan tersebut dengan terus mengajak umat untuk mengedepankan nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Terkait harmonisasi intra umat beragama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju Tengah, H. Muhammad Hatta dalam sambutannya menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia memiliki peran yang sangat strategis didalam menjaga ukhuwah islamiyah dengan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama serta senantiasa menjadi mitra pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan keagamaan yang inklusif kepada umat agar dapat tercipta keharmonisan dan kedamaian.
Lebih lanjut, Muhammad Hatta menyampaikan bahwa di tengah laju perkembangan zaman saat ini terdapat berbagai macam tantangan sosial yang tentunya juga akan dihadapi oleh organisasi yang di nahkodai kyai Anwar, sehingga pria yang baru saja menjabat sebagai Kakan kemenag Mamuju Tengah ini berharap kehadiran ulama sangat dibutuhkan sebagai penyejuk dan pemberi nasehat bagi umat serta menjadi pilar utama didalam menjaga persatuan dan kesatuan.
“di tengah laju perkembangan zaman saat ini terdapat berbagai macam tantangan sosial yang tentunya juga akan dihadapi, olehnya itu kehadiran ulama sangat dibutuhkan sebagai penyejuk dan pemberi nasehat bagi umat serta menjadi pilar utama didalam menjaga persatuan dan kesatuan.” Kata Muhammad Hatta.
Bahkan dirinya mendorong agar kepengurusan MUI Mamuju Tengah dapat memaksimalkan kolaborasi terhadap Kementerian agama, Pemerintah Daerah, Organisasi Keagamaan dan seluruh lapisan elemen masyarakat dalam mewujudkan kabupaten Mamuju Tengah yang religius, rukun dan bermartabat.
Terkait fenomena ujaran kebencian yang sering terjadi di media sosial akibat dari arus transformasi teknologi, Muhammad Hatta, mengajak kepada seluruh Pengurus Dewan Pimpinan MUI Mamuju Tengah agar mengedepankan dakwah yang santun, sejuk dan mencerdaskan umat serta berperan aktif dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Sebab, menurut beliau, kerukunan adalah modal utama dalam memastikan pembangunan daerah dan kemajuan bangsa dapat terwujud.
“Terkait fenomena ujaran kebencian yang sering terjadi di media sosial akibat dari arus transformasi teknologi, MUI Mamuju Tengah agar mengedepankan dakwah yang santun, sejuk dan mencerdaskan umat serta berperan aktif dalam menyebarkan nilai-nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Sebab, menurut beliau, kerukunan adalah modal utama dalam memastikan pembangunan daerah dan kemajuan bangsa dapat terwujud.”lanjutnya.
Menutup sambutannya, pria yang akrab disapa H. Hatta ini menyampaikan bahwa jabatan dalam organisasi bukanlah sekedar kehormatan, akan tetapi juga sebuah amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan dihadapan masyarakat dan tentunya Allah SWT. Sehingga dirinya menitipkan pesan dan harapan yang begitu besar kepada kepengurusan MUI Mamuju Tengah periode 2025-2030 yang baru dikukuhkan ini agar senantiasa bersama-sama menjaga komitmen dalam melaksanakan tugas dengan niat ibadah dan semangat melayani umat.
Setelah proses pengukuhan selesai, dilanjutkan dengan agenda Rapat Kerja Daerah. Dimana dalam proses penyusunan program kerja yang dilakukan, dipimpinan langsung oleh ketua umum dan sekretaris umum terpilih dengan menyerahkan pembagian penyusunan program kerja berdasarkan masing-masing komisi.
Secara garis besar, hasil dari rapat kerja daerah tersebut yaitu akan berfokus pada pemecahan persoalan keumatan yang bersifat urgent dalam sektor ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan dan khususnya pembinaan keluarga sakinah. Termasuk kerjasama lintas sektoral dengan beberapa instansi terkait dalam maksimalisasi pelayanan bagi umat.
Harapan besarnya bahwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mamuju Tengah semakin berdampak dan dirasakan kehadirannya ditengah-tengah umat yang begitu beragam. Sebab, dengan segala keberagaman yang dimiliki oleh bumi Lalla’ Tassisara’ adalah sebuah tantangan tersendiri disatu sisi namun pada disisi lainnya merupakan sebuah modal besar bagi para umara’ dan ulama untuk menunjukkan bahwa universalitas ajaran Islam dapat menyentuh serta menyejukkan seluruh sendi kehidupan umat.(*)
Laporan : Yusrang Editor : Redaksi






