Mateng, SANDEQ.CO.ID – Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mamuju Tengah telah melangsungkan kegiatan Pengukuhan dan Rapat Kerja Daerah yang ke 3 masa Bhakti 2025 – 2030 di Aula A Kantor Bupati Kabupaten Mamuju Tengah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bapak Bupati Mamuju Tengah, Dr. Arsal Aras , S.E., M.Si yang sekaligus membuka acara Rapat Kerja Daerah pada kesempatan tersebut. Dan hadir pula Wakil Bupati Mamuju Tengah beserta beberapa unsur pimpinan instansi pemerintahan lainnya yaitu Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamuju Tengah, Ketua DPRD kabupaten Mamuju Tengah, Kepala Kepolisian Resor Mamuju Tengah, Ketua MUI Provinsi Sulawesi Barat yang diwakili oleh Wakil Sekretaris Umum serta para OPD Mamuju Tengah.
Disamping itu, kegiatan tersebut dihadiri oleh para pimpinan ormas keagamaan seperti PC NU Mamuju Tengah, PC Muhammadiyah Mamuju Tengah, Wahdah Islamiyah Mamuju Tengah, Hidayatullah Mamuju Tengah, LDII Mamuju Tengah, dan Banom keagamaan seperti Muslimat NU Mamuju Tengah, PC GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah serta Banom Lainnya.
Pada sesi pengukuhan, lebih dari 60 orang pengurus yang terdiri dari unsur dewan pimpinan dan Komisi-komisi serta anggota komisi dikukuhkan oleh Wakil Sekretaris Umum MUI Provinsi Sulawesi Barat, K.H. Syamsumarlin, Lc., M.A yang berlangsung dengan begitu khidmat.
Terkait komposisi dewan pengurus, dalam sambutannya, Ketua MUI Mamuju Tengah, Kyai Muda Muhammad Anwar, S.Pd., M.Ag (lebih akrab disapa Kyai Anwar) menyampaikan bahwa jajaran dewan pengurus kini semakin beragam karena mengakomodir semua perwakilan organisasi keagamaan yang ada di Mamuju Tengah.
Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya MUI Mamuju Tengah dibawah nahkoda beliau untuk mengkonsolidasikan nilai harmonisasi intra umat beragama di bumi Lalla’ Tassisara’. Selaras dengan apa yang disampaikan oleh K.H Syamsumarlin dalam sambutannya yang menyampaikan bahwa Komposisi Kepengurusan Majelis Ulama Indonesia itu tidak hanya diisi oleh kalangan ulama dan muballigh melainkan juga ada unsur tenaga profesional didalamnya seperti tenaga kesehatan, praktisi ekonomi, guru dan tenaga profesi lainnya.
Lebih lanjut dalam sambutan kyai Anwar, selain persoalan harmonisasi lintas ormas, beliau juga menitik beratkan gerakan harmonisasi terhadap praktek beribadah umat Islam yang terkadang masih luput dari pantauan. Misalnya, dalam praktek penyembelihan hewan dimana tenaga ahli juru sembelih yang bersertifikat di Mamuju Tengah masih sangat kurang, hanya dua orang saja yaitu beliau sendiri (Kyai Anwar) dan satu lagi dari unsur dewan penasehat yaitu bapak Hamsah, S.E.
Ini adalah sebuah tantangan keumatan menurut beliau terlebih umat Islam sedang dalam momentum menuju hari raya qurban (Idul Adha) dimana tentunya akan begitu banyak hewan yang akan disembelih, sehingga akan dibutuhkan tenaga juru sembelih yang bukan hanya bisa menggunakan pisau untuk menyembelih melainkan juga dapat memahami dengan baik syarat sah dari proses penyembelihan. Sehingga, menurut beliau, dalam waktu dekat akan dilakukan kegiatan pembinaan kepada para panitia juru sembelih di setiap masjid.
Terkait harmonisasi intra umat beragama, H. Arsal Aras selaku bupati menyambut baik hal positif yang terjadi dalam penyusunan kepengurusan Dewan Pimpinan MUI Mamuju Tengah kali ini yang begitu beragam karena terdiri dari seluruh unsur ormas keagamaan. Beliau mengatakan bahwa ini bagian dari pada implementasi nilai Lalla’ Tassisara’ yang sebenernya yang notabenenya lebih mengedepankan toleransi dan saling menghargai antar dan intra umat beragama.
Lebih lanjut dalam sambutannya, beliau berpesan agar setiap perdebatan terkait persoalan pemahaman keagamaan yang berbeda sebisa mungkin untuk dipersempit agar dapat terciptanya stabilitas keberagaman umat terlebih karena semua ormas keagamaan telah terakomodir di pengurusan baru ini.
Bahkan beliau mendorong Kepengurusan kyai Anwar untuk senantiasa terlibat aktif dalam membentengi umat dari pemahaman keliru terkait praktek beragama yang dapat menciptakan gesekan ditengah masyarakat. Terutama dalam hal mengkounter segala narasi yang bersifat provokatif atas setiap persoalan yang tumbuh ditengah-tengah umat terlebih secara demografi kondisi masyarakat di Mamuju Tengah begitu sangat beragam.
Menutup sambutannya, beliau menyampaikan apresiasinya dan dukungan atas segala program yang akan dilakukan oleh MUI Mamuju Tengah kedepannya. Beliau mengatakan bahwa,
“Pemerintah kabupaten Mamuju Tengah akan senantiasa terbuka untuk berdialog dan tentunya memberikan kontribusi lebih setiap agenda yang akan dilakukan, baik agenda perayaan hari besar Islam khususnya maupun umumnya terhadap pembangunan keagamaan umat baik dari sektor pendidikan, infrastruktur maupun ekonomi.”
Setelah proses pengukuhan selesai, dilanjutkan dengan agenda Rapat Kerja Daerah. Dimana dalam proses penyusunan program kerja yang dipimpinan langsung oleh ketua umum dan sekretaris umum terpilih, menyerahkan pembagian penyusunan program kerja berdasarkan masing-masing komisi.
Secara garis besar, hasil dari rapat kerja daerah tersebut yaitu akan berfokus pada pemecahan persoalan keumatan yang salah satunya terhadap setiap peristiwa pernikahan dibawah umur dan juga terhadap peristiwa perceraian diluar dari keputusan pengadilan agama. Ini merupakan bagian dari harmonisasi umat Islam sebagaimana yang diharapkan oleh ketua terpilih dan bupati.

Sedangkan dalam aspek dakwah, pengembangan masyarakat Islam dan pengkajian penelitian, menitik beratkan program kerja pada konsolidasi dan pelatihan bagi para mubaligh agar dalam menyampaikan pesan keagamaan menggunakan bahasa yang sederhana, santun dan mudah difahami oleh umat. Dan tentunya, akan melakukan kegiatan pengajian online melalui media sosial serta akan berkolaborasi dengan komisi lain yang ada kaitannya dengan pengkajian dan penelitian.
Adapun pada aspek pemberdayaan ekonomi umat. Program yang disusun akan berfokus pada maksimalisasi wakaf produktif dan zakat penghasilan/zakat pertanian. Termasuk didalamnya, realisasi dan maksimalisasi program sertifikasi halal terhadap setiap aspek ekonomi masyarakat.
Dan tentunya akan memastikan agar setiap program kerja yang dilaksanakan dapat terpublikasi dengan maksimal sehingga dapat tersampaikan kepada masyarakat khususnya umat Islam dengan memaksimalkan semua lama media sosial yang dimiliki oleh Majelis Ulama Indonesia Mamuju Tengah.
Harapan besarnya bahwa Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Mamuju Tengah semakin berdampak dan dirasakan kehadirannya ditengah-tengah umat yang begitu beragam. Sebab, dengan segala keberagaman yang dimiliki oleh bumi Lalla’ Tassisara’ adalah sebuah tantangan tersendiri disatu sisi namun pada disisi lainnya merupakan sebuah modal besar bagi para umara’ dan ulama untuk menunjukkan bahwa universalitas ajaran Islam dapat menyentuh serta menyejukkan seluruh sendi kehidupan umat.(*)
Laporan : Yusrang Editor : Redaksi






