Polman, SANDEQ.CO.ID – Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Polewali Mandar melalui Bung Ilham menegaskan bahwa pendidikan masih menjadi medan perjuangan yang belum sepenuhnya berpihak pada rakyat.
Tema nasional tahun ini, “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab negara, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa ([S-3 Pendidikan Sains). Namun, GMNI menilai bahwa semangat tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam kebijakan dan realitas di lapangan.
Bung Ilham menyampaikan bahwa pengesahan Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) merupakan kebutuhan mendesak untuk menjawab ketimpangan pendidikan yang masih terjadi di Indonesia.
“RUU Sisdiknas harus menjadi alat transformasi, bukan sekadar regulasi administratif. Pendidikan harus benar-benar menjadi hak rakyat, bukan privilese bagi yang mampu,” tegasnya.
Di tingkat lokal, kondisi pendidikan di Kabupaten Polewali Mandar masih menghadapi berbagai persoalan serius. Data dan kebijakan daerah menunjukkan bahwa masih terdapat angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang membutuhkan intervensi melalui program “Kembali Bersekolah” ([Dinas Pendidikan dan Kebudayaan]). Hal ini menunjukkan bahwa akses pendidikan belum sepenuhnya merata.
Selain itu, kualitas pendidikan juga menjadi tantangan, tercermin dari masih rendahnya indikator layanan pendidikan yang mendorong perlunya perbaikan sistem secara menyeluruh (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan).
Permasalahan lain yang turut disoroti antara lain :
- *Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di wilayah terpencil dan pesisir,
- Ketimpangan kualitas tenaga pendidik,
- Rendahnya akses pendidikan yang inklusif dan merata,
- Belum optimalnya digitalisasi pembelajaran di daerah.
GMNI menilai bahwa peringatan Hardiknas tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, melainkan harus menjadi momentum evaluasi kritis terhadap arah kebijakan pendidikan nasional maupun daerah. (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)
Lebih lanjut, Bung Ilham menegaskan bahwa semangat perjuangan pendidikan harus kembali pada nilai-nilai kerakyatan sebagaimana yang diwariskan oleh Bung Karno. Pendidikan harus membebaskan, mencerdaskan, dan memihak pada kaum marhaen.
“Pendidikan adalah alat pembebasan. Jika masih ada anak yang tidak sekolah, jika kualitas pendidikan masih timpang, maka di situlah negara belum hadir sepenuhnya,” lanjutnya.
Sebagai bentuk komitmen, GMNI Cabang Polewali Mandar menyatakan sikap :
- Mendesak pemerintah pusat dan DPR RI untuk segera mengesahkan RUU Sisdiknas yang berpihak pada rakyat.
- Mendorong pemerintah daerah untuk serius menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS).
- Menuntut pemerataan fasilitas dan kualitas pendidikan hingga ke wilayah terpencil.
- Mengawal kebijakan pendidikan agar tetap berlandaskan pada prinsip keadilan sosial.
Momentum Hari Pendidikan Nasional harus menjadi titik balik untuk memperjuangkan pendidikan yang benar-benar merdeka—pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga memanusiakan manusia.
“Merdeka belajar bukan sekadar slogan, tetapi harus menjadi kenyataan bagi seluruh anak bangsa, tanpa terkecuali.”pungkasnya.
Editor : Redaksi












