Mengenal Lebih Dekat Prof. Wasilah Sahabuddin : Srikandi Arsitektur, Putri Ulama Kharismatik Mandar yang Siap Membawa STAIN Majene Menuju IAIN/UIN

Majene, SANDEQ.CO.ID – Kepemimpinan dunia akademik di Sulawesi Barat kini diwarnai oleh ketangguhan seorang akademisi perempuan berdarah Mandar, Prof. Dr. Hj. Wasilah Sahabuddin, S.T., M.T.

Ketua STAIN Majene STAIN Majene, Dipercaya kembali oleh Menteri Agama RI untuk menakhodai Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene pada periode kedua (2025–2029), ia memikul amanah besar untuk mentransformasi kampus Islam satu-satunya di Sulbar ini menuju jenjang tertinggi, yakni Universitas Islam Negeri (UIN) atau IAIN.

Sebagai putri dari ulama kharismatik legendaris Tanah Mandar, Prof. Dr. KH. Annangguru Sahabuddin

Ketua STAIN Majene Prof Wasilah Sahabuddin, Putri Annangguru Sahabuddin, jejak pengabdian Prof. Wasilah mencerminkan kombinasi antara keluhuran nilai spiritual dan kecemerlangan intelektual modern.
Darah Ulama dan Akademisi Murni
Lahir di Polewali pada 2 Juni 1972, Prof. Wasilah tumbuh di bawah didikan langsung almarhum Annangguru Sahabuddin, sosok Guru Besar Ilmu Tasawuf Asia Tenggara sekaligus mursyid Tarekat Qadiriah yang dikenal luas sebagai pilar pendidikan dan spiritual di Mandar Sulawesi Barat.

Nilai-nilai kesahajaan, keteguhan prinsip, dan kecintaan pada ilmu yang diwarisi dari sang ayah membentuk karakter Prof. Wasilah menjadi pribadi yang tangguh sekaligus visioner.
Sebelum mengabdi di tanah kelahirannya, Prof. Wasilah mengukir sejarah emas di [UIN Alauddin Makassar].

Alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini berhasil dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap Perempuan Pertama dalam Bidang Ilmu Perencanaan Arsitektur di Fakultas Sains dan Teknologi (UIN Alauddin)Latar belakang keilmuan yang unik ini memberinya perspektif modern dalam merancang pengembangan infrastruktur fisik maupun tata kelola kelembagaan perguruan tinggi Islam.

Visi Besar dan Deretan Prestasi Nyata
Sejak dilantik pertama kali pada tahun 2021 hingga memasuki periode keduanya, fokus utama Prof. Wasilah tidak pernah bergeser: membawa STAIN Majene bertransformasi menjadi UIN. Di bawah sentuhan kepemimpinannya, visi besar tersebut tidak sekadar menjadi jargon, melainkan dibuktikan lewat deretan lompatan prestasi yang signifikan :

  • Akselerasi Alih Status (Selangkah Menuju IAIN/UIN): Komitmen Prof. Wasilah terwujud nyata melalui penyerahan dokumen persyaratan alih status secara resmi kepada Kementerian Agama RI. Langkah taktis ini menempatkan STAIN Majene di garda depan transformasi institusional PTKIN di Indonesia.
  • Ledakan Mutu Akademik (Kampus Guru Besar Terbanyak): Salah satu warisan emas kepemimpinannya adalah keberhasilan mengakselerasi peningkatan SDM. STAIN Majene mencatatkan sejarah baru di Sulawesi Barat dengan mengukuhkan rentetan Guru Besar baru, menjadikannya sebagai salah satu kampus dengan lonjakan profesor tercepat untuk level Sekolah Tinggi.
  • Penguatan Infrastruktur & Program Studi Modern: Berbekal keahlian arsitekturnya, ia sukses merancang tata ruang kampus terpadu dan membuka program studi strategis serta program Pascasarjana (Magister). Langkah ini sekaligus untuk mengintegrasikan ilmu sains-teknologi modern dengan nilai keislaman kearifan lokal (Malaqbiq).
  • Prestasi Non-Akademik di Kancah Regional: Di bawah arahannya, mahasiswa STAIN Majene kian kompetitif dan unjuk gigi di level nasional-regional, terbukti dengan keberhasilan memborong berbagai medali emas, termasuk mendominasi ajang bergengsi seperti POROS INTIM IV.

“Kita akan selalu berupaya dengan segala kemampuan yang dimiliki sekiranya STAIN Majene secepatnya beralih status ke IAIN atau UIN,” tegas Prof. Wasilah, menggambarkan komitmennya yang teguh untuk memajukan peradaban dan akses pendidikan di Bumi Malaqbi.

Melalui kerja keras dan kepemimpinan inklusifnya, Prof. Wasilah Sahabuddin membuktikan bahwa warisan intelektual dan keteladanan dari sang ayah, Annangguru Sahabuddin, terus hidup dan menjelma menjadi fondasi kokoh bagi masa depan pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Barat.(*)

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *