Hadiri Pembukaan Pesantren Eksekutif, Ajbar : Saya Punya Mimpi, Masjid Jadi Lokomotif Ekonomi Umat

SANDEQ.CO.ID, Polman – Yayasan Bina Insan Cendekia Mandar bekerja sama dengan Forum Pengurus Masjid dan Muballigh Kabupaten Polewali Mandar menyelenggarakan Pesantren Eksekutif Ramadhan 1446 H/2025 M pada Sabtu (22/3). Acara yang berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Polewali Mandar ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Anggota DPR RI H. Ajbar Abdul Kadir, Asisten 2 Pemkab Polman Arifin Yambas, S.Sos., M.Si, serta Pembina Yayasan Bina Insan Cendekia Mandar yang juga Ketua Forum Pengurus Masjid dan Muballigh Kabupaten Polewali Mandar, Alauddin, S.Pd., M.Pd.

Sebanyak 120 peserta yang terdiri dari pengurus masjid dan muballigh se-Kabupaten Polewali Mandar mengikuti kegiatan ini. Alauddin dalam sambutannya menegaskan bahwa Yayasan Bina Insan Cendekia Mandar adalah yayasan yang peduli terhadap umat. Dengan motto menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi, kebersamaan dalam kesepakatan, serta saling memaafkan dalam perbedaan, yayasan ini telah menjalankan kegiatan Pesantren Eksekutif Ramadhan hingga angkatan ke-10.

“Kegiatan ini telah melahirkan banyak alumni yang terus berkontribusi dalam dakwah. Solusi satu-satunya untuk memperbaiki daerah adalah dengan terus berdakwah agar masyarakat menjadi insan yang bertakwa, sehingga Allah SWT selalu meridai daerah kita,” ujar Alauddin.

oplus_0

Sementara itu, Anggota DPR RI H. Ajbar Abdul Kadir menyampaikan dukungannya terhadap acara ini. Ia mengungkapkan bahwa ketika panitia mengajukan proposal kepadanya dengan nilai Rp15 juta, ia langsung menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh kegiatan ini.

“Ke depan, kita akan terus berkolaborasi untuk membangun umat. Saya siap mewakafkan diri saya untuk umat. Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena cita-cita saya sebenarnya adalah menjadi pengurus masjid,” ungkap Ajbar.

Ajbar juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik masjid dan pembinaan jamaahnya. Menurutnya, masjid yang megah tanpa adanya jamaah yang aktif belum sepenuhnya optimal dalam menjalankan fungsinya.

“Kehadiran saya di DPR RI harus dimanfaatkan untuk berkolaborasi dalam membangun ekonomi umat. Saya bermimpi masjid bisa menjadi lokomotif ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran masjid dan muballigh dalam membangun umat yang lebih baik, sekaligus menegaskan komitmen para pemimpin daerah dalam mendukung dakwah dan pengembangan masyarakat berbasis keislaman.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *