Wajib Tahu! Jangan Lengah, Begini Cara Memastikan Petugas Ukur yang Datang ke Rumah Anda adalah Petugas Resmi BPN

Berita16 Dilihat

Mamasa, SANDEQ.CO.ID – Ketika petugas ukur datang ke tanah Anda, jangan langsung percaya. Di tengah maraknya oknum yang mengatasnamakan instansi resmi, masyarakat Kabupaten Mamasa diimbau untuk semakin cermat dan waspada. Pasalnya, tidak semua orang yang mengaku petugas BPN benar-benar bertugas.

Kantor Pertanahan (Kantah) mengingatkan, langkah verifikasi sederhana bisa menyelamatkan Anda dari potensi penyalahgunaan wewenang atau penipuan berkedok pengukuran tanah. Lantas, bagaimana cara membedakan petugas resmi dan yang bukan?

Direktur Survei dan Pemetaan Tematik, Agus Apriawan, menjelaskan bahwa masyarakat memiliki hak penuh untuk memastikan keabsahan petugas yang datang. Jangan pernah merasa sungkan atau takut untuk bertanya.

“Masyarakat dapat memastikan terlebih dahulu bahwa petugas yang datang merupakan petugas resmi dengan meminta menunjukkan identitas kedinasan serta surat tugas yang menjadi dasar pelaksanaan pengukuran,” ujar Agus Apriawan dalam keterangannya pada Jumat (03/04/2026).

Dua dokumen ini adalah harga mati. Identitas kedinasan membuktikan orang tersebut adalah aparat BPN, sementara surat tugas memastikan bahwa kegiatan pengukuran memiliki dasar hukum yang jelas.

Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa setiap pengukuran tanah tidak pernah dilakukan tanpa alasan yang sah. Semuanya berawal dari permohonan layanan pertanahan yang diajukan oleh masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, petugas resmi wajib membawa surat tugas yang terhubung dengan nomor berkas permohonan.

“Pengukuran lapangan dilaksanakan berdasarkan surat tugas dan nomor berkas permohonan pelayanan. Karena itu, keberadaan surat tugas menjadi indikator kuat bahwa kegiatan pengukuran tersebut memang resmi,” tegasnya.

Selain memeriksa kartu identitas dan surat tugas, masyarakat juga disarankan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan kunci. Tanyakanlah:

· Nomor berkas permohonan pelayanan.

· Nama pemohon yang tercantum.

· Lokasi detail bidang tanah yang akan diukur.

· Tujuan pengukuran.

Tujuan pengukuran ini pun beragam, bisa untuk pendaftaran tanah pertama kali, pemecahan atau pemisahan bidang, pengembalian batas, hingga penataan batas. Petugas resmi seharusnya mampu menjelaskan dengan lugas dan transparan konteks pelayanan yang sedang mereka jalankan.

Namun, bagaimana jika keraguan masih menghantui? Jangan ragu untuk mengambil langkah paling aman.

“Jika petugas datang tanpa pemberitahuan sebelumnya, tidak dapat menunjukkan identitas atau surat tugas, atau informasi yang disampaikan tidak jelas, masyarakat dapat melakukan verifikasi ke Kantah. Ini merupakan langkah kehati-hatian yang wajar,” pungkas Agus Apriawan.

Masyarakat Mamasa dapat langsung menghubungi atau datang ke Kantor Pertanahan setempat untuk mengonfirmasi kebenaran jadwal dan petugas pengukuran. Satu langkah verifikasi, ketenangan seumur hidup untuk aset berharga Anda. Jangan biarkan tanah warisan leluhur menjadi korban kelengahan sesaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *