Terancam Kehilangan Pemukiman Akibat Abrasi, HMI Desak Bupati Polman Perhatikan Kondisi Masyarakat Mampie.

Berita16 Dilihat

SANDEQ.CO.ID POLMAN , HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan Cabang Polewali Mandar mendesak Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk segera mengambil langkah serius dalam menangani abrasi yang terus mengancam pemukiman warga di Dusun Mampie, Desa Galeso, Kecamatan Wonomulyo. Kami menilai kondisi yang dialami masyarakat pesisir Mampie saat ini bukan lagi sekadar ancaman lingkungan, melainkan krisis kemanusiaan yang berpotensi menghilangkan ruang hidup warga secara perlahan.

 

Ketua HMI Komisariat Tarbiyah dan Keguruan, Deby Akbar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menunggu kondisi semakin parah sebelum mengambil tindakan konkret. Menurutnya, abrasi yang terjadi selama bertahun-tahun telah mengikis garis pantai secara signifikan dan kini mulai mendekati rumah-rumah warga.

 

“Negara tidak boleh absen ketika masyarakat kehilangan tanah, rumah, bahkan sumber kehidupan akibat abrasi. Pemerintah daerah harus hadir dengan solusi nyata, bukan hanya kunjungan dan janji,” tegas Deby Akbar.

 

Berdasarkan sejumlah laporan media dan kajian akademik, kondisi abrasi di kawasan pesisir Mampie mengalami peningkatan cukup serius dalam beberapa tahun terakhir. Data yang dihimpun menyebutkan bahwa daratan pesisir Mampie mengalami penyusutan rata-rata sekitar 10 meter per tahun akibat terjangan ombak dan perubahan garis pantai.

 

Bahkan, laporan lain menyebutkan bahwa dalam kurun lima tahun terakhir, sekitar 40 meter daratan di kawasan pesisir Mampie telah hilang akibat abrasi. Kondisi ini menyebabkan kebun warga, jalan pesisir, hingga kawasan konservasi penyu ikut terdampak dan terancam hilang.

 

Penelitian mengenai perubahan garis pantai di Kecamatan Wonomulyo juga menunjukkan bahwa wilayah pesisir mengalami pergeseran garis pantai yang cukup drastis sepanjang periode 2015–2025. Kajian tersebut mengungkap sejumlah zona pesisir mengalami abrasi berat dan membutuhkan penanganan berbasis mitigasi jangka panjang.

 

Selain ancaman terhadap pemukiman, abrasi juga berdampak terhadap krisis air bersih masyarakat. Sejumlah sumur warga dilaporkan mengalami intrusi air laut sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Warga terpaksa bergantung pada air hujan dan membeli air bersih untuk bertahan hidup.

 

Kami meminta Bupati Polewali Mandar untuk segera melakukan langkah strategis, mulai dari pembangunan tanggul permanen, pemecah ombak, rehabilitasi mangrove, hingga penyusunan mitigasi relokasi yang manusiawi apabila kondisi semakin memburuk.

 

Deby,  juga menegaskan bahwa persoalan abrasi di Mampie tidak boleh lagi dianggap sebagai persoalan biasa yang hanya muncul ketika bencana datang, melainkan harus dipandang sebagai kondisi darurat lingkungan yang mengancam keselamatan masyarakat pesisir.

 

“Jika hari ini pemerintah lambat bertindak, maka yang hilang bukan hanya garis pantai, tetapi juga sejarah, ruang hidup, dan masa depan masyarakat ” tutup Deby Akbar.

 

Laporan :  Anshar

Editor       :  Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *