Sekjen ATR/BPN dan Kepala ANRI Bahas Tata Kelola Arsip Pertanahan Digital: “Arsip adalah Tulang Punggung Pelayanan”

Berita39 Dilihat

Jakarta, SANDEQ.CO.ID – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) berkomitmen memperkuat tata kelola arsip pertanahan di era digital. Langkah strategis ini mengemuka dalam kunjungan Sekretaris Jenderal ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan, ke Kantor ANRI, Jakarta, pada Rabu (25/02/2026).

Kunjungan tersebut menjadi momen penting bagi masa depan administrasi pertanahan, termasuk dampaknya terhadap pelayanan di daerah seperti Kabupaten Mamasa. Di tengah transformasi menuju Sertipikat Elektronik, pengelolaan arsip yang tertib dan modern menjadi fondasi utama menjaga kepastian hukum atas tanah masyarakat.

“Yang paling mendasar, arsip adalah tulang punggung pelayanan Kementerian ATR/BPN. Arsip menjadi penting untuk menjaga aset masyarakat, sehingga kami perlu bantuan Bapak/Ibu sekalian soal bagaimana pengelolaannya,” ujar Dalu Agung Darmawan di hadapan Kepala ANRI, Mego Pinandito, beserta jajarannya.

Dalam diskusi yang berlangsung hangat, Sekjen ATR/BPN menyoroti kompleksitas pengelolaan arsip di Indonesia. Dengan ribuan Kantor Pertanahan yang tersebar hingga ke pelosok, termasuk di Mamasa, risiko kehilangan dokumen saat terjadi sengketa masih menjadi tantangan.

“Ketika ada persoalan pertanahan, arsip kita kalau pengelolaannya tidak bagus, sering kali kita mencari dari sekian ribu berkas ternyata tidak ada. Ini soal SDM pengelola arsip. Apakah sistemnya atau memang kurang orangnya, ini yang perlu kita benahi,” tegasnya.

Tantangan semakin bertambah seiring digitalisasi. Di satu sisi, sertipikat elektronik meningkatkan efisiensi, namun di sisi lain dokumen fisik (warkah) tetap harus dikelola dengan baik agar tidak menumpuk dan rusak.

Menanggapi hal tersebut, Kepala ANRI, Mego Pinandito, menyatakan kesiapan penuh untuk bersinergi. Ia menawarkan solusi konkret, mulai dari penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) hingga pendampingan teknis.

“Kami siap membantu. Jika tantangannya di SDM, maka penguatan kapasitas bisa dilakukan. Salah satunya dengan memasukkan kurikulum kearsipan ke pendidikan di Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN). Dengan begitu, calon aparatur pertanahan sudah memiliki bekal sejak dini,” jelas Mego.

Selain itu, ANRI juga membuka peluang program magang bagi pegawai pertanahan di unit-unit kearsipan, serta penambahan tenaga arsiparis sesuai kebutuhan.

“Secara prinsip kami siap membantu dan akan terus berkoordinasi agar tata kelola arsip pertanahan semakin baik,” pungkasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Sekjen ATR/BPN didampingi oleh Kepala Biro Umum dan Layanan Pengadaan ATR/BPN, Awaludin, serta sejumlah pejabat administrator. Pertemuan ini diharapkan menjadi tonggak awal terwujudnya sistem kearsipan yang tertib, modern, dan akuntabel di seluruh Indonesia.

Bagi masyarakat Mamasa, langkah ini menjadi angin segar. Dengan pengelolaan arsip yang kuat, pelayanan pertanahan di daerah akan semakin cepat, aman, dan terpercaya. Aset tanah yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat pun terjaga dengan lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *