Polman, SANDEQ.CO.ID – Suasana haru dan khusyuk menyelimuti Masjid Tanwirul Nurul Masajid, Dusun Manjopai, Desa Karama, Kecamatan Tinambung, Rabu (22/4/2026). Ribuan jamaah dari berbagai penjuru hadir dalam Haul Akbar ke-4 Almarhum KH Dr. Ag. Nawawi Yahya, M.A., seorang ulama kharismatik yang dikenal luas dedikasinya dalam menyebarkan nilai-nilai keislaman di Polewali Mandar dan sekitarnya.
Di tengah lautan jamaah yang memadati area masjid, sosok Bhabinkamtibmas Desa Karama, Bripka Muh. N. Asri, turut terlihat hadir. Bukan sekadar formalitas, kehadirannya kali ini memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu kekhusyukan acara. Dengan sigap, ia berbaur bersama tokoh masyarakat dan aparat desa menjaga situasi tetap tenang.
“Kegiatan seperti ini adalah wujud kecintaan masyarakat kepada ulama. Saya di sini hadir untuk mengayomi sekaligus mengapresiasi semangat keagamaan warga,” ujar Bripka Asri di sela-sela acara.
Haul kali ini terasa istimewa. Selain dihadiri oleh Perwakilan Bupati Polewali Mandar, Arifin Yambas, dan jajaran Forkopimda, hadir pula Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Syamsul Samad, S.IP., M.Si., serta Pimpinan Ponpes DDI Mangkoso, Prof. Dr. Ag. KH. Muh. Faried Wadiedy, Lc., M.A. yang juga bertindak sebagai penceramah utama.

Dalam tausiyahnya, Prof. Faried mengajak seluruh jamaah meneladani kesederhanaan dan keteguhan Almarhum KH Nawawi Yahya dalam berdakwah.
“Beliau mengajarkan bahwa agama bukan hanya untuk diucapkan, tapi dihidupi dalam keseharian,” tuturnya penuh haru.
Rangkaian acara berjalan khidmat mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, manaqib, hingga pembacaan riwayat hidup almarhum. Tidak ada unsur politik praktis yang terlihat. Semua larut dalam doa dan zikir bersama.
Usai acara, panitia dan jamaah melanjutkan ramah tamah serta makan siang di kediaman Kepala Desa Karama, Ahmad Madanrang. Keakraban terlihat jelas antara aparat, tokoh agama, dan warga—menunjukkan bahwa haul tahun ini tak hanya menjadi momen mengenang ulama, tapi juga mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.(*)
Editor : Redaksi












