Polman, SANDEQ.CO.ID – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Polewali Mandar menggelar Rapat Pimpinan Cabang (RAPIMCAB) sebagai forum strategis dalam memperkuat kohesi kader serta merumuskan arah gerakan organisasi ke depan, Rabu, (29/4/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Cadika Manding ini mengusung tema : “Kohesi Kader sebagai Basis Internalisasi Ideologi dan Konsolidasi Gerakan GMNI Polewali Mandar.”
RAPIMCAB dihadiri oleh Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, S.IP, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Irfan Fahri, S.I.Kom, jajaran Pengurus Alumni (PA) GMNI, serta berbagai unsur organisasi kepemudaan dan mahasiswa.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Polewali Mandar secara langsung membuka kegiatan RAPIMCAB GMNI Polewali Mandar, yang ditandai melalui sambutan sekaligus pernyataan resmi pembukaan kegiatan.
Ketua Panitia, Bung Amirulla, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kerja kolektif panitia dengan semangat gotong royong dan militansi kader.
“RAPIMCAB ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum untuk memperkuat kebersamaan kader dan meneguhkan arah perjuangan GMNI ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Andi Baraq menyampaikan bahwa tema RAPIMCAB kali ini adalah “Kohesi Kader Sebagai Basis Internalisasi Ideologi dan Kohesi Gerakan GMNI Polman.” Menurutnya, tema tersebut menekankan bahwa kekuatan organisasi terletak pada persatuan kader, kesatuan arah perjuangan, dan tertanamnya nilai-nilai ideologi dalam setiap gerak langkah organisasi.
“Kader yang solid akan melahirkan gerakan yang kokoh, dan gerakan yang kokoh hanya dapat dibangun di atas dasar ideologi yang kuat,” ujar Andi Baraq.
Ia juga menjelaskan bahwa dipilihnya Pusdiklatcab/Cadika sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Tempat tersebut memiliki nilai historis bagi perjalanan GMNI Polewali Mandar, sebagai salah satu ruang lahirnya semangat pembentukan cabang serta tempat kader terdahulu menanamkan cita-cita perjuangan.
“Memilih tempat ini adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah. Organisasi ini berdiri bukan karena kebetulan, tetapi karena pengorbanan pikiran, tenaga, dan semangat kader-kader terdahulu,” lanjutnya
Dalam kesempatan itu, Andi Baraq mengajak seluruh kader untuk tetap berpegang teguh pada ajaran Marhaenisme sebagai pedoman perjuangan. Menurutnya, Marhaenisme bukan sekadar slogan, tetapi nilai perjuangan untuk membela rakyat kecil, menolak penindasan, menegakkan keadilan sosial, serta mewujudkan masyarakat yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Ia juga menegaskan kembali tagline GMNI, yakni “Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang.” Menurutnya, identitas tersebut harus diwujudkan dalam kehidupan kader sehari-hari.
“Jangan hanya menjadi tulisan di spanduk atau jargon di podium. Jadikan ia watak kader GMNI: cerdas dalam berpikir, berani dalam bertindak, dan setia dalam pengabdian kepada rakyat,” tegasnya
RAPIMCAB ini juga menjadi ruang refleksi terhadap berbagai persoalan di Polewali Mandar, seperti ketimpangan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Para kader didorong untuk tidak hanya menjadi pengamat, tetapi hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat.
Melalui forum ini, GMNI Polewali Mandar menargetkan lahirnya rekomendasi strategis yang mampu memperkuat arah gerakan organisasi, sekaligus mempertegas komitmen keberpihakan kepada kaum marhaen.
Kegiatan ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat kohesi kader, memperdalam ideologi, serta menghadirkan gerakan mahasiswa yang progresif dan berakar pada realitas masyarakat.(*)
Editor : Redaksi









