Menteri Nusron di Tengah Petang Ramadhan: Al-Qur’an Adalah Lentera Hidup, Bukan Sekadar Bacaan

Berita163 Dilihat

Jakarta, SANDEQ.CO.ID – Lantunan ayat suci berpadu dengan heningnya malam ke-17 Ramadan. Di tengah prajurit berpakaian loreng, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, hadir bukan membawa peta atau sertifikat tanah, melainkan menebarkan cahaya Al-Qur’an.

Jumat malam (06/03/2026) di Gedung Aminullah Ibrahim, Kesatrian Marinir Hartono Cilandak, suasana keimanan menyelimuti acara Peringatan Nuzulul Quran dan Buka Puasa Bersama Prajurit Korps Marinir TNI AL. Di hadapan para perwira, bintara, dan tamtama, Nusron mengajak hadirin merenungi makna turunnya wahyu pertama di Gua Hira sebuah peristiwa agung yang menjadi titik balik peradaban manusia.

“Al-Qur’an itu bukan sekadar kitab yang dibaca, tetapi petunjuk yang harus dihidupi. Ia berisi perintah, larangan, janji surga dan neraka, serta kisah-kisah masa lalu yang sarat pelajaran,” ujar Nusron dengan nada lembut namun penuh penghayatan.

Mengutip Surat Yunus ayat 58, ia menegaskan bahwa kedatangan Al-Qur’an adalah kabar gembira yang agung.

“Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan ini mereka bergembira.”

“Allah memerintahkan Nabi untuk menyampaikan: ketika Al-Qur’an datang, bergembiralah. Karena ia adalah hidayah bagi mereka yang percaya. Bagi yang tidak beriman, ia hanya fiksi. Tapi bagi kita yang meyakini, Al-Qur’an adalah fakta—fakta tentang janji Allah, tentang surga dan neraka, tentang pelajaran dari umat terdahulu,” lanjutnya, memukau para hadirin yang duduk bersimpuh.

Acara yang berlangsung penuh kehangatan ini juga dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Edwin, Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI Endi Supardi, serta jajaran pengurus Jalasenastri Pusat. Kehadiran para petinggi TNI AL ini menunjukkan eratnya sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan semangat kebangsaan di lingkungan militer.

Malam semakin larut, namun kehangatan justru mengental saat rangkaian acara memasuki puncaknya. Menteri Nusron bersama pimpinan TNI AL menyerahkan bingkisan kepada 10 perwakilan anak yatim piatu dari total 50 anak yang turut berbuka puasa. Bingkisan itu bukan sekadar paket sembako, tetapi juga alat tulis dan tas sekolah simbol harapan bagi generasi masa depan.

“Mereka adalah anak-anak kita, yang harus kita jaga dan bahagiakan, sebagaimana Al-Qur’an datang membawa rahmat bagi semesta,” ucap Nusron sembari membelai kepala salah seorang anak.

Di sudut kesatrian yang biasanya bergema dengan aba-aba tegas, malam itu justru dipenuhi doa dan haru. Sebuah pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk tugas menjaga bangsa, nilai-nilai langit tetap menjadi kompas yang tak pernah usang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *