Polman, SANDEQ.CO.ID – Ikhtiar untuk meningkatkan daya saing pekerja domestik di kancah global terus dipacu. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) resmi menggandeng Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi dan Bisnis (STIEB) Insan Madani Mandar untuk membekali Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui program pelatihan bahasa dan kesiapan mental.
Kolaborasi ini ditandai dengan dibukanya Pelatihan Peningkatan Kapasitas Bahasa Inggris CPMI Tahun 2026 di Hotel Alternative Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Jumat (30/10/2026). Selama 34 hari ke depan, para peserta akan digodok secara intensif agar siap bersaing di pasar kerja internasional melalui jalur resmi (prosedural).
Pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Bupati Polewali Mandar yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Andi Masri Masdar; Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Selatan, Fanny Wahyu Kurniawan; serta Ketua STIEB Insan Madani Mandar, Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin.
Turut hadir pula perwakilan Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Polewali Mandar, BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja setempat, serta sejumlah mitra dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Membuka Peluang Global, Menjamin Pelindungan
Kepala BP3MI Sulawesi Selatan, Fanny Wahyu Kurniawan, menegaskan bahwa program ini adalah bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan akses kerja luar negeri yang luas namun tetap mengedepankan aspek keamanan dan legalitas.
”Peluang kerja di luar negeri sangat terbuka lebar, namun harus kita imbangi dengan peningkatan kompetensi. Melalui pelatihan ini, kita ingin memastikan para CPMI berangkat secara legal, profesional, dan terlindungi,” ujar Fanny.
Ia menambahkan, program yang membawa branding SMK Go Global ini sejatinya inklusif. Tidak hanya bagi lulusan sekolah kejuruan, lulusan perguruan tinggi, politeknik, hingga masyarakat umum yang memiliki keterampilan dasar juga memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing di pasar kerja global.
Pada tahap awal ini, para peserta dipersiapkan secara khusus untuk membidik peluang penempatan kerja di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan industri di sana.
Lebih dari Sekadar Bahasa : Mental dan Budaya Jadi Kunci
Selama lebih dari sebulan, pelatihan tidak hanya difokuskan pada penguasaan bahasa Inggris sebagai alat komunikasi internasional. Para peserta juga akan dibekali kesiapan mental, pengenalan budaya negara tujuan, serta pemahaman atas regulasi dan dokumen administrasi yang sah.
Ketua STIEB Insan Madani Mandar, Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi sangat krusial dalam membangun ekosistem penyiapan SDM daerah yang siap pakai di level internasional.
”Kesiapan mental dan pemahaman budaya tidak boleh diabaikan. Lingkungan kerja dan sosial di luar negeri tentu sangat berbeda. Kami ingin melahirkan pekerja yang tidak hanya andal secara keterampilan, tetapi juga tangguh dan cepat beradaptasi,” ungkap Chuduriah.
Setelah merampungkan pelatihan 34 hari ini, para peserta yang memenuhi syarat wajib mengikuti Orientasi Pra Pemberangkatan (OPP). Proses ini penting untuk memberi pembekalan akhir terkait hak dan kewajiban mereka sebagai pekerja migran, serta jaminan pelindungan yang akan mereka dapatkan selama berada di negara penempatan.
Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dan sektor privat ini, diharapkan masyarakat Polewali Mandar dan Sulawesi Barat pada umumnya dapat memanfaatkan peluang kerja internasional secara aman, bermartabat, dan penuh percaya diri.(*)
Editor : Redaksi










