Transformasi IPM Polewali Mandar, Dr. Aco Musaddad HM Dorong Desa Jadi Pusat Integrasi Penanganan Stunting, ATS, dan Kemiskinan

Polman, SANDEQ.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar tengah menyiapkan langkah strategis untuk mengakselerasi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Melalui pendekatan baru yang menempatkan desa dan kelurahan sebagai garda terdepan, Pemkab Polman berkomitmen melakukan penanganan terintegrasi terhadap tiga isu krusial: Stunting, Anak Tidak Sekolah (ATS), dan Kemiskinan Ekstrem.

​Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Dr. Aco Musaddad HM, dalam analisis terbarunya menegaskan bahwa kunci utama perubahan IPM tidak lagi terletak pada kebijakan yang bersifat “top-down”, melainkan pada kekuatan data berbasis desa yang presisi.

​”Kita harus mengakhiri era di mana OPD bekerja secara parsial atau berdasarkan asumsi. Desa dan Kelurahan adalah pemilik realitas. Peningkatan IPM hanya bisa terjadi jika intervensi dilakukan berbasis data tunggal yang akurat dari level bawah,” ujar Dr. Aco Musaddad HM.

​Menurut Dr. Aco, penguatan peran desa dimulai dari validasi data by name by address. Dengan data yang presisi, intervensi terhadap balita stunting, anak yang putus sekolah, hingga warga miskin dapat dilakukan tepat sasaran. Beliau menekankan bahwa setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah) wajib menjadikan data desa sebagai satu-satunya rujukan dalam menyusun program kerja.

​”Tidak boleh ada lagi perbedaan data antara satu dinas dengan dinas lainnya. Jika desa melaporkan ada sepuluh anak putus sekolah di wilayahnya, maka Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga Dinas PMD harus berkolaborasi di titik yang sama untuk menyelesaikan masalah tersebut secara tuntas,” tambahnya.

​Kolaborasi Pentahelix : Melibatkan NGO dan Perguruan Tinggi

​Analisis Dr. Aco juga menyoroti pentingnya keterlibatan pihak eksternal. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan peran NGO, Perguruan Tinggi, dan Lembaga Kemasyarakatan sebagai mitra strategis atau accelerator.

​Perguruan Tinggi dapat mengambil peran melalui KKN Tematik yang fokus pada validasi data dan edukasi masyarakat, sementara NGO berperan dalam memberikan pendampingan teknis dan inovasi program yang mungkin tidak terjangkau oleh anggaran daerah (APBD).

​Tiga Pilar Intervensi Terintegrasi

​Dalam narasi analisisnya, Dr. Aco Musaddad HM merumuskan tiga pilar utama :

  • ​Penanganan Stunting, Integrasi gizi kronis dengan perbaikan infrastruktur sanitasi di desa.
  • Penanganan ATS, Gerakan kembali bersekolah yang didukung oleh alokasi dana desa dan pengawasan ketat dari kelurahan.
  • Penanggulangan Kemiskinan, Pemberdayaan ekonomi produktif yang menyasar langsung keluarga berisiko stunting dan ATS.

​Komitmen Keberlanjutan

​Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembangunan yang lebih akuntabel dan transparan di Polewali Mandar. Dengan mendorong desa dan kelurahan sebagai subjek pembangunan, peningkatan IPM bukan sekadar pencapaian angka di atas kertas, melainkan perbaikan kualitas hidup nyata bagi seluruh masyarakat Mandar.

​”Ini adalah kerja peradaban. Ketika desa kuat dengan datanya, dan OPD bekerja dengan landasan data tersebut, maka efektivitas pembangunan akan meningkat berkali lipat,” tutup Dr. Aco Musaddad HM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *