Ribuan Guru Swasta Geruduk DPR RI, SIAGA 2026 Guncang Senayan

Berita24 Dilihat

Jakarta, SANDEQ.CO.ID – Gemuruh langkah ribuan guru memecah suasana Senayan, Rabu (20/5/2026). Tepat di Hari Kebangkitan Nasional, mereka memilih bangkit. Bukan untuk diri sendiri, tapi untuk nasib guru madrasah swasta yang terkatung-katung.

Sekitar 25.000 hingga 30.000 guru dari seluruh Indonesia membanjiri Gelora Bung Karno (GBK) sebelum akhirnya longmarch menuju gedung DPR RI. Wajah-wajah penuh harap, lantang menyuarakan satu kata: SEJAHTERA.

Aksi bertajuk SIAGA 2026 (Silaturahmi Akbar Guru Indonesia) ini bukan seremonial biasa. Ini adalah kelanjutan dari gejolak yang tak kunjung reda. Puluhan ribu guru yang tergabung dalam sembilan organisasi profesi kompak bergerak. Mulai dari PGMM, PGSI, GM PRO, FGSNI, IGSS PLPGI, FGHM, FTHMI, FKSS, hingga AGMM.

Acara dimulai dengan doa bersama. Sunyi sejenak. Lalu pecah jadi orasi-orasi membakar semangat. Sembilan ketua orprof bergantian menyapa massa. Isinya satu suara: Sudah saatnya pemerintah berpihak!

Sekretaris Jenderal PGMM, Siti Munadliroh, SE, menegaskan bahwa guru madrasah swasta tak bisa terus diabaikan.

“Kami bukan minta lebih. Cuma minta yang adil,” tegasnya di atas panggung.

Deru Tuntutan yang Diteriakkan Ribuan Suara:

🗣️ “Guru Madrasah Swasta, Harus Sejahtera!”

🗣️ “Revisi UU yang tak berpihak! Pengangkatan guru harus jelas regulasinya!”

🗣️ “P3K/ASN untuk guru madrasah swasta, SEKARANG JUGA!”

🗣️ “Selesaikan data peserta yang sudah PG 2023!”

🗣️ “Guru sertifikasi/impasing jangan diabaikan! Kesejahteraan harus dijamin!”

🗣️ “Diangkat sesuai lama pengabdian! Selesaikan semua guru yang terdata di Dapodik/Simpatika, tanpa terkecuali!”


Di tengah riuhnya aksi, Paisal dan Sapir perwakilan guru dari Kabupaten Polewali Mandar, Koordinator Wilayah Sulawesi Barat berhasil menyita perhatian. Dengan suara bergetar penuh haru, Paisal menyampaikan apresiasi istimewa.

“Dihari bersejarah ini, Jauh dari tanah Mandar Sulawesi Barat Kami ingin menyampaikan penghargaan tertinggi untuk Ketua DPRD Polewali Mandar. Beliau tidak hanya memberi dukungan pemikiran dan moril, tapi juga materil untuk perjuangan guru madrasah swasta, khususnya di daerah kami,” ucap Paisal.

Lalu ia menutup dengan doa untuk seluruh guru madrasah swasta se-Indonesia.

“Semoga perjuangan ini tak sia-sia. Kesejahteraan guru bukan lagi mimpi.”

SIAGA 2026 usai. Tapi api perjuangan tak boleh padam. Pertanyaannya kini bergulir di gedung DPR: Akankah tuntutan mereka didengar, atau hanya jadi catatan kaki lain dalam sejarah panjang pengabaian?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *