Rapat Integrasi GTRA Mamasa Bahas Penataan Aset dan Akses Reforma Agraria

Berita24 Dilihat

Mamasa, SANDEQ.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) menggelar Rapat Integrasi Penataan Aset dan Penataan Akses di Aula Kantor Bupati Mamasa, Rabu (15/7). Rapat strategis ini dibuka langsung oleh Ketua GTRA Kabupaten Mamasa sekaligus Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, S.E., M.M.

Rapat yang dihadiri oleh berbagai instansi terkait ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi pelaksanaan Reforma Agraria di Kabupaten Mamasa. Berbagai agenda krusial dibahas dalam pertemuan tersebut, mencakup hasil pendataan indikatif Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), potensi penataan akses bagi masyarakat, serta penandatanganan Surat Rekomendasi GTRA Kabupaten Mamasa dan Surat Keputusan Penetapan Lokasi Kampung Reforma Agraria Kabupaten Mamasa Tahun 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Welem Sambolangi menegaskan bahwa Reforma Agraria bukan sekadar redistribusi tanah, tetapi merupakan upaya menyeluruh untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

“Melalui kolaborasi lintas sektor, pelaksanaan Reforma Agraria diharapkan tidak hanya memberikan kepastian hukum hak atas tanah, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan akses terhadap program pemberdayaan dan pengembangan ekonomi,” ujar Bupati.

Lebih lanjut, penataan akses menjadi sorotan utama dalam rapat tersebut. Dengan adanya akses yang jelas dan terukur, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam secara optimal tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Mamasa yang turut hadir dalam rapat menjelaskan bahwa hasil pendataan indikatif TORA akan menjadi dasar utama dalam menentukan prioritas program Reforma Agraria ke depan. Sementara itu, penetapan Kampung Reforma Agraria tahun 2026 diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain dalam mengimplementasikan program yang berpihak pada rakyat.

Rapat integrasi ini diakhiri dengan komitmen bersama seluruh instansi terkait untuk terus mengawal pelaksanaan Reforma Agraria secara terkoordinasi dan berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Mamasa optimis, dengan sinergi yang kuat, program Reforma Agraria akan mampu menciptakan keadilan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Mamasa secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *