Ramaikan Pembukaan Festival Penyu, Tim Pengabdian Unasman Sosialisasi Aplikasi Edu Penyu sebagai Atraksi Baru Bagi Komunitas Sahabat Penyu

Polman, SANDEQ.CO.ID – Sebanyak dua puluh mahasiswa dan dua dosen Pendamping Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) yang tergabung dalam tim pelaksana program Pemberdayaan Masyarakat, ramaikan acara Festival Penyu Mampie yang digelar pada Rabu sampai Jumat, (14-16/06/2023).

Kegiatan Festival yang bertemakan “Lautku, Hidupku”, tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi Aplikasi Edu Penyu berbasis Augmented Reality, sebagai media pembelajaran eduwisata yang ke depan akan menambah atraksi di kegiatan pelayanan Wisata edukasi Sahabat penyu.

Luaran Inovasi tersebut sebagai bagian dari program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa yang didanai oleh Program Hibah Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) tahun 2023.

Ditemui di lokasi kegiatan, Muhammad Yusri selaku ketua Komunitas Sahabat Penyu yang menggelar kegiatan festival menyampaikan apresiasi atas kontribusi pihak Unasman untuk mau membantu program eduwisata di Rumah Penyu Mampie setelah tahun lalu juga dengan program pengabdian membantu website dan media promosi komunitas.

“Pengembangan Atraksi Wisata berbasis aplikasi tahun ini harapannya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian penyu dan ekosistem laut, sesuai gerakan Komunitas Sahabat Penyu.” Terang Yusri.

Berlangsung di Dusun Mampie, Desa Galeso Kabupaten Polewali Mandar, Festival Penyu ramai juga dihadiri stake holder dan pengunjung lokal serta mancanegara, bahkan dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Polewali Mandar, Dr. Aco Musaddad HM., mewakili Bupati Polewali Mandar.

Pada festival ini, masyarakat dan sekolah-sekolah setempat berpartisipasi dalam pameran yang mengenalkan penyu dan lingkungan laut. Dalam pameran tersebut, pengunjung dapat mempelajari lebih lanjut tentang habitat penyu dan bahaya yang dihadapinya.

Tak hanya itu, penampilan seni dan pertunjukan juga menghiasi festival ini. Melalui tarian, peserta festival menggambarkan perjuangan penyu dalam bertahan hidup serta keindahan ekosistem laut yang perlu dijaga bersama.

Selain itu, di sela-sela acara melepas Tukik, mahasiswa Unasman memperkenalkan Aplikasi Augmented Reality (AR) Edu Penyu, sekaligus meminta saran dan masukan pengunjung terkait aplikasi tersebut.

Basri selaku ketua Dosen Pendamping bersama dosen lainnya, saat ditemui di lokasi acara menyampaikan bahwa Program Edu Penyu ini, nantinya akan disertai buku edukasi yang selain terdapat marker program AR, juga disisipkan cerita rakyat yang menambah proses edukasi terkait kegiatan konservasi.

“Pengembangan Aplikasi AR Edu Penyu menjadi bagian penting dari program ini tahun ini, karena dengan pengembangannya, dapat memudahkan pengunjung untuk mendapatkan informasi lengkap tentang penyu, di semua level usia.” Komentar Basri, selaku ketua tim sekaligus ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Unasman.

Basri menambahkan bahwa kegiatan kolaborasi di acara Festival Penyu ini, baru awal kegiatan, dan nantinya akan ada kegiatan intensif dalam bentuk Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersama mahasiswa di lokasi untuk pendampingan kepada Kelompok Sadar Wisata Desa Mampie secara menyeluruh agar kesadaran potensi desa di bidang kepariwisataan dapat maksimal.

Pembukaan Festival Penyu di Dusun Mampie Desa Galeso pada tahun ini dengan kehadiran pihak Pemerintah Daerah, Komunitas Wisata dan Konservasi, Media, Pelaku usaha, serta Akademisi menjadi bukti nyata bahwa masyarakat peduli dan berupaya aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak orang yang terinspirasi untuk melakukan langkah nyata dalam melindungi penyu dan ekosistem laut dari ancaman yang ada. (*)

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *