Poltek Agraria STPN Buka Peluang Sekolah Kedinasan, Jaring Generasi Muda yang Berminat di Bidang Agraria/Pertanahan dan Tata Ruang

Berita52 Dilihat

Sleman, SANDEQ.CO.ID – Seiring kompleksitas pembangunan di Indonesia, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi dalam pengelolaan tanah dan ruang terus meningkat. Kampus kedinasan di bawah naungan Kementerian ATR/BPN, Politeknik Agraria Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN), membuka peluang bagi generasi muda yang tertarik mendalami bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

Ketua Politeknik Agraria STPN, Sri Yanti Achmad, menyampaikan bahwa pihaknya secara khusus menyasar calon taruna yang memiliki minat pada keagrariaan, pertanahan, penataan ruang, hingga aspek kadaster atau pemetaan bidang tanah.

“Yang cocok masuk Politeknik Agraria adalah mereka yang berminat pada bidang-bidang tersebut. Ini menjadi fokus pembelajaran kami untuk mendukung kebutuhan pembangunan nasional,” ujar Sri Yanti di Gedung Politeknik Agraria STPN, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Minggu (06/06/2026).

Untuk mengakomodasi kebutuhan kompetensi yang beragam, Politeknik Agraria STPN saat ini menyelenggarakan empat program studi, yaitu:

· Sarjana Terapan Pertanahan,

· Sarjana Terapan Kebijakan dan Manajemen Pendaftaran Tanah,

· Sarjana Terapan Manajemen Penataan Ruang dan Pertanahan, serta

· Sarjana Terapan Survei, Pemetaan dan Informasi Pertanahan.

Keempat program studi tersebut dirancang untuk menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang administrasi dan hukum pertanahan, pendaftaran tanah, penataan ruang, serta survei dan pemetaan. Kompetensi tersebut didukung kemampuan pengelolaan data spasial dan informasi pertanahan yang dibutuhkan dalam layanan pertanahan modern.

Menurut Sri Yanti, hal inilah yang membedakan Politeknik Agraria STPN dengan banyak perguruan tinggi lain. Fokus khusus pada agraria, pertanahan, dan tata ruang membuat proses pembelajaran tidak hanya mempelajari satu disiplin ilmu, melainkan mengintegrasikan berbagai bidang keilmuan yang saling berkaitan.

“Persoalan pertanahan tidak hanya berkaitan dengan pemetaan atau pengukuran tanah, tetapi juga mencakup aspek hukum, kepastian subjek dan objek hak atas tanah, penataan ruang, perencanaan wilayah, hingga ilmu kebumian. Kurikulum kami dirancang secara multidisiplin agar lulusan memiliki kompetensi yang komprehensif,” jelasnya.

Pendidikan di Politeknik Agraria STPN tidak hanya berfokus pada penguasaan keterampilan teknis (hard skill). Sistem pendidikan berasrama yang diterapkan juga menjadi sarana pembentukan karakter, integritas, dan kemampuan sosial para taruna.

“Yang kami bangun tidak hanya keterampilan, tetapi juga karakter dan integritas. Itu menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Politeknik Agraria,” tegas Sri Yanti.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak siswa kelas XII SMA/sederajat yang sedang mencari perguruan tinggi untuk mempertimbangkan Politeknik Agraria STPN sebagai pilihan pendidikan tinggi.

“Kami berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik berkontribusi dalam bidang agraria, pertanahan, dan tata ruang melalui pendidikan di Politeknik Agraria STPN,” pungkasnya.

Informasi lebih lanjut mengenai penerimaan taruna baru dapat diakses melalui laman resmi stpn.ac.id atau akun media sosial resmi Politeknik Agraria STPN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *