Menteri Nusron Tekankan Pentingnya Tiga Pilar Kekuatan Bangsa di Hadapan Kader GMPK

Berita12 Dilihat

Bogor, SANDEQ.CO.ID – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menjadi pembicara utama dalam Pembukaan Diklat Pratama se-Indonesia Angkatan I yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (DPP GMPK) di Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7). Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para mahasiswa untuk tidak hanya menghafal semangat kebangsaan, tetapi benar-benar memahami teori nasionalisme sebagai fondasi kekuatan bangsa.

“Tujuan nasionalisme adalah menjadikan kita bangsa yang kuat. Namun, kalau kita tidak memahami seperti apa bangsa yang kuat, kita akan keliru mendefinisikan format nasionalisme yang ingin kita bangun,” ujar Menteri Nusron di hadapan para peserta.

Mengusung materi bertajuk “Nasionalisme Abad ke-21: Menjawab Tantangan Radikalisme, Perang Ekonomi, dan Perebutan Pengaruh Global”, Menteri Nusron memaparkan bahwa ukuran kekuatan suatu bangsa di era modern ini telah bergeser. Kekuatan tidak lagi semata-mata diukur dari sistem pemerintahan, melainkan dari ketahanan menghadapi dinamika global.

Mengutip teori realis John Mearsheimer, ia menyebutkan ada tiga pilar utama yang harus dibangun untuk mewujudkan bangsa yang kuat dan berdaulat. “Jangan hanya berbicara nasionalisme, tetapi bangun ketahanan pangan, kemandirian energi, dan kemampuan menguasai teknologi. Tanpa itu, bangsa akan mudah bergantung kepada negara lain,” tegasnya.

Menurut Menteri Nusron, ketiga pilar strategis tersebut hanya dapat terwujud jika didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berintelektual tinggi. Karena itu, ia mengingatkan bahwa semangat nasionalisme harus berjalan beriringan dengan penguatan kualitas intelektual generasi muda.

Di hadapan Sekretaris Dewan Pembina DPP GMPK, H. Chusni Mubarok, dan sekitar 200 peserta diklat, Menteri Nusron menitipkan pesan agar mahasiswa terus mengasah kemampuan intelektualnya. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai penentu arah pembangunan bangsa di masa depan.

“Perubahan di dunia itu selalu didahului dengan kebangkitan kaum intelektualnya. Ketika cara berpikir mahasiswa sudah benar, maka saat mereka menjadi birokrat, politisi, pengusaha, maupun profesional, cara berpikir itu akan ikut membentuk kemajuan bangsa,” jelasnya.

Hadir mendampingi Menteri Nusron dalam acara tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Achmad. Sebelum menutup sambutannya, Menteri Nusron mengajak seluruh kader GMPK untuk terus meningkatkan kapasitas diri, tidak hanya dari faktor intelektual, tetapi juga memperkuat semangat kebangsaan dan berani mengambil peran sebagai generasi solutif bagi berbagai persoalan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *