Menteri Nusron di ICOP 2026: Sertipikat Tanah Wakaf Benteng Lindungi Aset Umat

Berita9 Dilihat

Jakarta, SANDEQ.CO.ID – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk segera menyertipikatkan tanah wakaf. Ajakan ini disampaikannya dalam pidato kunci pada International Conference on Pesantren (ICOP) 2026 yang digelar di Universitas Darunnajah. (Sabtu, 6/6/25)

Menurut Menteri Nusron, sertipikasi tanah wakaf bukan sekadar urusan administrasi, melainkan langkah strategis untuk mengamankan aset umat dari potensi sengketa dan konflik di masa depan.

“Wakaf adalah aset publik, aset umat. Tidak boleh hilang. Jika aset publik hilang, yang dirugikan bukan hanya wakif, tetapi juga masyarakat yang memanfaatkan wakaf tersebut,” tegas Nusron di hadapan ribuan peserta konferensi.

Ia menjelaskan bahwa negara, melalui sertipikat, memberikan pengakuan dan perlindungan hukum penuh atas tanah wakaf. Dengan kepastian hukum ini, pemanfaatan tanah wakaf untuk kepentingan umat, seperti pendidikan, kesehatan, dan sosial keagamaan, dapat terus berlangsung tanpa gangguan.

Sebagai wujud komitmen, Kementerian ATR/BPN menyerahkan 1.032 sertipikat dalam acara tersebut. Rinciannya, 251 sertipikat untuk aset di Banten, 687 sertipikat di Jawa Barat, dan 94 sertipikat di DKI Jakarta. Dari jumlah itu, 1.029 merupakan sertipikat tanah wakaf, sementara tiga lainnya adalah Sertipikat Hak Milik (SHM) untuk badan hukum keagamaan.

Menteri Nusron mengapresiasi meningkatnya kesadaran para wakif dan nazir (pengurus wakaf) dalam mengurus legalitas aset wakaf.

“Kesadaran untuk menyertipikatkan tanah wakaf semakin meningkat. Ini menunjukkan kesadaran untuk mengamankan aset umat juga meningkat,” tuturnya.

Sementara itu, President of Darunnajah University, Hadiyanto Arief, menegaskan bahwa wakaf merupakan fondasi paling stabil bagi lembaga pendidikan Islam.

“Stabil dalam dua makna: kokoh secara legal standing dan kokoh karena ditopang oleh kuasa Allah SWT,” ujarnya.

ICOP 2026 yang mengusung tema wakaf ini merupakan agenda tahunan keempat yang diselenggarakan kolaborasi antara Universitas Darunnajah dan Kementerian ATR/BPN. Acara turut dihadiri oleh Wakil Menteri ATR, Ossy Dermawan, jajaran Kanwil BPN DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta ribuan penerima sertipikat wakaf dari berbagai daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *