Meneladani Kesederhanaan Rasulullah, Orang Tua Diminta Jadi Teladan di Era Digital

Berita59 Dilihat

SANDEQ.CO.ID  POLMAN, – Masjid Raudatul Abidin  Madatte Di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi, pembentukan karakter anak menjadi tantangan yang semakin besar. Orang tua, guru, dan lingkungan dinilai memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian serta akhlak generasi muda.

 

Hal tersebut disampaikan Dr. Aco Musaddad, M.Ag., M.Si. Saat  membawakan Hikmah Maulid bertema “Meneladani Kesederhanaan dan Kerendahan Hati Rasulullah SAW di Tengah Arus Modernisasi dan Globalisasi.”

 

Menurutnya, setidaknya ada tiga lingkungan utama yang memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak, yakni rumah, sekolah, dan masjid.

 

Orang tua menjadi pilar pendidikan yang pertama dan utama bagi anak-anak. Setelah itu, peran guru di sekolah serta lingkungan tempat anak tumbuh juga tidak kalah penting dalam membangun karakter dan perilaku mereka.

 

“Orang tua sebagai pilar pendidikan utama dan pertama bagi anak-anaknya, lalu guru di sekolah. Yang penting juga adalah lingkungan,” ujar Dr. Aco Musaddad.

 

Ia mengajak para orang tua untuk tidak hanya mengajarkan anak tentang pentingnya beribadah, tetapi juga memberikan contoh nyata, termasuk dalam menumbuhkan kecintaan terhadap masjid.

 

Menurutnya, keteladanan jauh lebih mudah diterima anak dibandingkan sekadar nasihat. Setiap perilaku yang ditunjukkan orang tua maupun orang-orang di sekitarnya dapat terekam dalam ingatan anak.

 

“Perilaku baik atau buruk seseorang akan terekam di memori anak. Jadi sebelum kita menyuruhnya, lebih baik kita mencontohkannya lebih dulu,” tegasnya.

 

Tantangan Era Digital

 

Selain lingkungan keluarga, perkembangan teknologi dan digitalisasi juga menjadi perhatian. Saat ini, hampir seluruh informasi dapat diakses dengan mudah melalui telepon seluler.

 

Kondisi tersebut, kata Dr. Aco, tidak selalu harus dipandang sebagai sesuatu yang negatif. Penggunaan telepon seluler tetap memiliki nilai positif selama orang tua melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap anak.

 

“Di era informasi dan digitalisasi sekarang ini, semua serba mudah diakses lewat HP. Penggunaan HP sebenarnya ada nilai positifnya sepanjang kita melakukan pendampingan,” jelasnya.

 

Karena itu, orang tua dituntut tidak hanya melarang, tetapi juga hadir mendampingi anak dalam menggunakan teknologi. Pengawasan sekaligus keteladanan menjadi bagian penting agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif.

 

Semangat meneladani kesederhanaan dan kerendahan hati Rasulullah SAW diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun generasi yang memiliki karakter, akhlak, serta kepedulian terhadap lingkungan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Hadir juga Ketua Pembangunan Masjid H. Abd. Rahim S.Ag MM dan Ketua Dewan Pembina / Penasehat Masjid Raudatul Abidin Ir.H.Andi Bebas ManggaAli M.Si dan Drs. H. Andi Yusran Syafei MM

Laporan.   :  Anshar
Editor.    :  Redaksi 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *