MD KAHMI Polman Kecam Kekerasan Aparat Terhadap Kader HMI di Mamuju

Berita27 Dilihat

SANDEQ.CO.ID , POLEWALI MANDAR, 24 Juni 2026 – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Polewali Mandar (Polman) menggelar konferensi pers darurat menyikapi tindakan represif dan kebrutalan oknum aparat kepolisian terhadap massa aksi Cipayung Sulbar, khususnya kader-kader HMI di Mamuju.

 

Dengan nada geram dan tegas, KAHMI Polman menyatakan bahwa tindakan aparat di lapangan sudah di luar batas kemanusiaan dan merusak citra institusi kepolisian sebagai pelindung masyarakat.

 

Dalam konferensi pers tersebut, perwakilan MD KAHMI Polman, Pratama, menyampaikan kecaman keras dan menuntut pertanggungjawaban moral serta hukum dari pucuk pimpinan kepolisian di Sulawesi Barat.

 

“Kami tidak akan tinggal diam melihat darah kader-kader kami tumpah di jalanan hanya karena menyuarakan kebenaran. Apa yang terjadi di Mamuju adalah bukti nyata arogansi kekuasaan yang telanjang. Polri dibiayai oleh uang rakyat untuk melindungi rakyat, bukan untuk bertindak seperti preman berseragam yang menghajar mahasiswa!” tegas Pratama dalam pernyataan resminya di hadapan awak media.

 

Lebih lanjut, Pratama menegaskan bahwa MD KAHMI Polman secara kelembagaan mengeluarkan maklumat dan tuntutan utama yang ditujukan langsung kepada Kapolda Sulawesi Barat:

 

  • 1. Sanksi Pidana dan Etik untuk Oknum Polisi Represif. KAHMI Polman mendesak Kapolda Sulbar untuk segera mencopot, memeriksa, dan mempidanakan oknum polisi yang bertindak brutal. Tindakan kekerasan tersebut adalah pelanggaran hukum murni yang tidak boleh berlindung di balik tameng institusi.
  • 2. Copot dan Evaluasi Kapolresta Mamuju. Pratama menilai Kapolresta Mamuju telah gagal total dalam menjalankan fungsi komando dan pengamanan yang humanis. Oleh karena itu, Kapolda Sulbar harus segera mengevaluasi dan mencopot Kapolresta Mamuju sebagai bentuk pertanggungjawaban atas jatuhnya korban dari pihak mahasiswa.

 

“Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata dan tegas dari Kapolda Sulbar untuk mengusut tuntas kasus ini dan mengevaluasi Kapolresta Mamuju, maka jangan salahkan jika gelombang perlawanan dari keluarga besar Hijau-Hitam dan koalisi sipil akan mengepung Polda Sulbar. Ini bukan sekadar ancaman, ini adalah panggilan perlawanan terhadap penindasan,” tambah Pratama.

 

Di akhir konferensi pers, MD KAHMI Polman menyatakan telah menyiapkan tim hukum untuk mendampingi para kader HMI yang menjadi korban kekerasan, serta memastikan bahwa kasus ini akan dikawal hingga para pelaku mengenakan baju tahanan.

 

Laporan.  :  Anshar
Editor.   :  Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *