Karang Taruna dan Tonkrongan Peduli Gelar Dialog Tolak Radikalisme di Pesantren Ahlul Qur’an

Berita36 Dilihat

Polewali, SANDEQ.CO.ID – Guna membentengi generasi muda dari paham yang dapat memecah belah persatuan bangsa, Karang Taruna Kelurahan Madatte bersama Tonkrongan Peduli Kabupaten Polewali Mandar menyelenggarakan Dialog Tolak Faham Radikalisme. Kegiatan yang mengusung tema “Santri Tangguh, Indonesia Utuh Lawan Kekerasan, Radikalisme dan Terorisme” ini berlangsung di Pondok Pesantren Ahlul Qur’an Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, pada Senin, 25 Agustus 2025.

Dialog menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai latar belakang, di antaranya :

  • H. Haris Nawawi, S.Ag., S.Pd., M.Pd. (Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Polman),
  • Alauddin, S.H. (Pengurus FKUB Kab. Polewali Mandar & Penyuluh Agama Islam KUA Matakali),
  • Syamsul Bahri (Ketua Bidang Pemberdayaan Ummat Badan Koordinasi [Badko] HMI.
  • Ikbal Yahya (Lembaga Kajian Republik Shopia).

Dalam sambutannya, Ketua Karang Taruna Madatte, Muh. Farid, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus aktif mencegah penyebaran paham radikalisme, khususnya di kalangan pelajar dan santri yang sering menjadi sasaran.

“Kegiatan serupa sering kami laksanakan dengan sasaran para pelajar dan santri. Tujuannya agar paham radikalisme bisa dicegah sejak dini karena rata-rata, para pelajar jadi sasaran empuk paham radikalime,” ujar Farid.

Ia menambahkan, peran santri sebagai garda terdepan dalam menjaga moderasi beragama dan persatuan bangsa sangat krusial.

“Santri harus tangguh dan menjadi yang terdepan dalam melawan faham radikalisme. Kegiatan kali ini kami tempatkan di pondok pesantren sebagai langkah awal untuk mengajak para santri melakukan hal tersebut,” lanjutnya.

Dr. Mujahid, LC., Pimpinan Pondok Pesantren Ahlul Qur’an, menyambut hangat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dipilihnya lembaganya sebagai tuan rumah acara tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi dan juga berterima kasih kepada Karang Taruna Madatte untuk kegiatan yang dilaksanakan di lembaga kami. Tentu ini adalah kegiatan yang sangat positif bagi pembangunan bangsa ke depan,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Dr. Mujahid berpesan kepada seluruh santri yang hadir untuk serius mengikuti jalannya dialog.

“Untuk ananda semua, kami tekankan agar bisa menyimak secara baik seluruh materi yang akan dipaparkan oleh para narasumber,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan para santri serta pemuda terhadap bahaya radikalisme dan terorisme, sekaligus memperkuat peran mereka sebagai agen perdamaian dan persatuan di tengah masyarakat.(*)

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *