Majene, sandeq.co.id – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Mandar Raya secara tegas mendesak Dinas Pendidikan, Pemuda,dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Majene untuk segera memberikan konfirmasi dan klarifikasi terbuka kepada publik terkait kejelasan penyaluran potongan gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) sebesar 2,5%.atau sekitar 170 juta yang masuk di rekening BAZNAS.
Langkah ini diambil guna mengikis kecurigaan dan asumsi liar di tengah masyarakat terkait dana potongan gaji ASN yang sempat bermasalah dan mandek di lingkup Disdikpora Majene pada tahun 2025 lalu.
KAMMI Mandar Raya menegaskan bahwa isu ini bukan hal baru. Sebelumnya, KAMMI telah mengawal kasus ini secara konsisten, termasuk menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Disdikpora Majene untuk menuntut hak para ASN serta transparansi pengelolaan dana tersebut. Namun, hingga saat ini publik belum menerima kepastian resmi apakah dana 2,5% tersebut sudah sepenuhnya disalurkan kerekening Badan zakat nasional Majene.
“Kami meminta kepala Disdikpora Majene tidak bungkam. Publik dan para ASN berhak tahu status penyaluran dana 2,5% yang sempat mandek pada tahun 2025 tersebut. Transparansi sangat penting agar tidak timbul kecurigaan bahwa ada penyelewengan atau kejanggalan dalam pengelolaannya,” Tegas Anwar Sadat selaku jendral lapangan KAMMI mandar raya.
Melalui rilis resmi ini, KAMMI Mandar Raya menyampaikan dua tuntutan utama.
1. Klarifikasi Terbuka: Mendesak Kepala Disdikpora Majene memberikan pernyataan resmi mengenai status terkini dana potongan gaji ASN 2,5% Tahun 2025.
2. Bukti Penyaluran: Meminta transparansi data dan bukti konkret penyaluran agar publik dapat memastikan dana tersebut telah tersalurkan secara utuh.
KAMMI Mandar Raya berkomitmen menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan mutlak, dan tidak menutup kemungkinan untuk kembali turun ke jalan jika Disdikpora Majene tidak segera memberikan respon transparan.
KAMMI Mandar Raya berharap Pemerintah Kabupaten Majene, khususnya kepala Disdikpora, dapat bersikap kooperatif dan responsif demi menjaga integritas serta kepercayaan masyarakat.
Laporan : Anshar
Editor : Redaksi











