Kabut Asap Selimuti Polewali Mandar, MAPIA Desak Pemerintah Ambil Langkah Nyata

Berita61 Dilihat

SANDEQ.CO.ID , POLMAN Polewali – Kabut asap yang menyelimuti udara di Kabupaten Polewali Mandar dalam beberapa hari terakhir mulai menimbulkan kekhawatiran. Kondisi ini menjadi perhatian Yayasan Mandar Peduli Lingkungan (MAPIA) yang menilai pemerintah perlu mengambil langkah nyata untuk mengantisipasi dampak buruk kabut asap terhadap kesehatan masyarakat.

 

Sebelumnya, berdasarkan pemberitaan media, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebutkan bahwa pihaknya menerima informasi mengenai kemungkinan asap tersebut berasal dari Kalimantan yang terbawa angin hingga ke wilayah Polewali Mandar.

 

Ketua Penasihat MAPIA, M. Fariduddin Wahid, menilai fenomena kabut asap tersebut tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, keberadaan asap yang terlihat jelas di udara menjadi tanda bahwa kondisi lingkungan perlu mendapat perhatian serius, terlepas dari mana sumber asap itu berasal.

 

“Perlu ada langkah nyata dari pemerintah dalam menyikapi kejadian ini. Meskipun alat pemantau kualitas udara sudah dipasang, masyarakat juga bisa melihat secara langsung bahwa kabut asap menyelimuti udara. Karena itu, sudah saatnya pemerintah mengambil kebijakan yang taktis dan solutif,” ungkap Farid.

 

Mantan Ketua DPRD Polewali Mandar itu juga mengungkapkan bahwa berdasarkan aplikasi pemantau kualitas udara secara real time, kondisi udara di Polewali Mandar pada Rabu (14/10/2026) berada pada kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif.

 

Ia mengakui bahwa aplikasi tersebut bukan satu-satunya rujukan mutlak dalam menentukan kualitas udara. Namun, informasi yang ditampilkan tetap dapat menjadi referensi pendukung untuk membaca kondisi lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

 

“Semua sumber informasi dan rujukan perlu dimanfaatkan untuk melindungi masyarakat dari potensi bencana. Kabut asap ini bukan persoalan remeh-temeh karena dapat mengancam kesehatan, bahkan keselamatan jiwa. Apalagi bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit pernapasan, kondisi seperti ini tentu perlu diwaspadai,” tegasnya.

 

Farid berharap pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan hasil pemantauan, tetapi juga segera mengambil langkah antisipatif yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, informasi mengenai kualitas udara perlu diikuti dengan upaya perlindungan, penyampaian imbauan yang jelas, serta koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui perkembangan kondisi kabut asap.

 

Ia menegaskan, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas dalam menghadapi situasi tersebut. Jangan sampai tindakan baru dilakukan setelah dampak buruknya meluas dan semakin banyak warga yang merasakan akibatnya.

 

MAPIA berharap pemerintah bersama seluruh pihak terkait dapat segera merespons kondisi ini secara serius dan terukur. Sebab, udara bersih merupakan kebutuhan dasar setiap warga, dan menjaga kesehatan masyarakat harus menjadi langkah utama sebelum kabut asap berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

 

Laporan.  : Anshar
Editor.  : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *