Jadi Narsum Dialog Tolak Radikalisme di Pondok Pesantren Ahlul Qur’an, Alauddin : Terorisme Adalah Musuh Besar Bangsa dan Semua Agama

Berita33 Dilihat

Polewali, SANDEQ.CO.ID – Guna memperkuat imunitas generasi muda terhadap paham radikal, Karang Taruna Kelurahan Madatte bersama Komunitas Tonkrongan Peduli Kabupaten Polewali Mandar menyelenggarakan Dialog Publik bertajuk “Santri Tangguh, Indonesia Utuh Lawan Kekerasan, Radikalisme dan Terorisme”. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Ahlul Qur’an Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, pada Senin, 25 Agustus 2025.

Dr. Mujahid, LC., Pimpinan Pondok Pesantren Ahlul Qur’an, menyambut hangat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dipilihnya lembaganya sebagai tuan rumah acara tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi dan juga berterima kasih kepada Karang Taruna Madatte untuk kegiatan yang dilaksanakan di lembaga kami. Tentu ini adalah kegiatan yang sangat positif bagi pembangunan bangsa ke depan,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Dr. Mujahid berpesan kepada seluruh santri yang hadir untuk serius mengikuti jalannya dialog.

“Untuk ananda semua, kami tekankan agar bisa menyimak secara baik seluruh materi yang akan dipaparkan oleh para narasumber,” tambahnya.

Kegiatan Dialog ini menghadirkan narasumber berkompeten dari berbagai latar belakang, di antaranya :

  • H. Haris Nawawi, S.Ag., S.Pd., M.Pd (Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Polman),
  • Alauddin, S.H. (Pengurus FKUB Kabupaten Polewali Mandar & Penyuluh Agama Islam KUA Matakali),
  • Syamsul Bahri (Ketua Bidang Pemberdayaan Ummat Badko HMI), dan
  • Ikbal Yahya (Lembaga Kajian Republik Shopia).

Dalam pemaparannya, Alauddin, S.H. mengangkat topik “Pancasila VS Terorisme”. Ia menegaskan bahwa terorisme adalah musuh besar bagi ideologi Pancasila. Menurutnya, dengan memberikan pemahaman yang utuh kepada para santri dan pelajar, paham radikalisme akan sangat sulit untuk berkembang.

“Di dalam pembukaan UUD 1945 jelas disebutkan ‘atas berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa’. Ini menandakan bahwa kemerdekaan kita adalah anugerah dari Tuhan. Lalu, kenapa ada kelompok yang mengatasnamakan agama ingin memecah belah persatuan bangsa Indonesia?” tegas aktivis muda Muhammadiyah tersebut.

Alauddin juga memaparkan keselarasan mendalam antara nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam. Ia menjelaskan setiap sila dalam Pancasila memiliki landasan filosofi yang sejalan dengan Al-Qur’an.

“Lambang Negara kita, yakni Pancasila, sangat sesuai dengan nilai-nilai Islam. Sila Pertama sesuai dengan surah Al Ikhlas, Sila kedua sejalan dengan Surah An Nahl ayat 90, Sila ketiga sejalan dengan Surah Ali Imran ayat 105, Sila keempat sejalan dengan Surah Asy Syu’ara dan Sila kelima adalah implementasi dari Surah Al Anbiya ayat 107 yakni Islam sebagai Rahmatan Lil ‘alamin,” tambahnya.

Ia menegaskan dengan tegas bahwa siapapun yang menganut faham terorisme adalah musuh bangsa Indonesia dan musuh semua agama, karena semua agama pada hakikatnya mengajarkan cinta dan kasih sayang.

“Terorisme adalah musuh besar bangsa dan musuh semua agama. Tidak ada agama di dunia kecuali ia membawa misi cinta dan kasih sayang kepada sesama. Dan bangsa Indonesia adalah negara Hukum dan Negara Beragama,” tegasnya.

Di akhir sesi, Alauddin mengajak seluruh peserta, khususnya para santri, untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai warisan perjuangan para ulama.

“Indonesia adalah warisan para ulama, jangan biarkan faham Radikalisme dan terorisme menghancurkan NKRI. Mari kita jaga warisan ulama,” tutupnya.

Kegiatan dialog ini diharapkan dapat membentengi para santri dan pemuda dari pengaruh paham-paham yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa, sekaligus memperkuat peran pesantren sebagai bentuk moderasi Beragama. (*)

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *