Mamuju, SANDEQ.CO.ID – Suasana haru sekaligus penuh kehangatan menyelimuti Aula Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Barat, Rabu (1/4/2026).
Di tengah guyuran hujan penghormatan di akhir Maret, keluarga besar pertanahan se-Sulawesi Barat menggelar acara pisah sambut Kepala Kantor Wilayah dari pejabat lama, Budi Kritiyana, kepada pejabat baru, Fredy Marfin.
Momentum yang berlangsung khidmat ini bukan sekadar seremonial belaka. Lebih dari itu, ia menjadi wujud apresiasi tertinggi atas dedikasi dan pengabdian Budi Kritiyana selama memimpin. Di sisi lain, acara ini juga menjadi pelukan hangat bagi Fredy Marfin untuk melanjutkan estafet capaian pelayanan pertanahan yang lebih baik, cepat, dan berpihak pada rakyat.
Hadir dalam kesempatan tersebut, seluruh jajaran Pejabat Administrator Kanwil BPN Sulawesi Barat, para Kepala Kantor Pertanahan kabupaten se-Sulawesi Barat beserta jajaran. Tak ketinggalan, perwakilan dari Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Selatan turut hadir sebagai bentuk sinergi dan soliditas antardaerah, memperlihatkan bahwa urusan pertanahan adalah gerak bersama lintas wilayah.
Dalam sambutan perpisahannya, Budi Kritiyana tak kuasa menahan haru. Ia menyampaikan rasa syukur dan bangga atas kerja kolektif yang telah membangun wajah baru pertanahan di Sulbar.
Sementara itu, Fredy Marfin, yang baru resmi menjabat, menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program strategis sekaligus berinovasi.
Kegiatan pisah sambut ini menjadi ajak yang tepat untuk mempererat silaturahmi, memperkuat sinergi antarinstansi, serta meneguhkan komitmen bersama: memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Bagi warga Mamasa yang selama ini mengurus hak atas tanah di kawasan pegunungan, pergantian ini diharapkan membawa angin segar bahwa urusan pertanahan bukan lagi birokrasi berbelit, tetapi kehadiran negara yang nyata.

Di akhir acara, doa bersama dipanjatkan untuk perjalanan Budi Kritiyana di tempat tugas baru, dan untuk langkah Fredy Marfin di Bumi Malaqbiq Sulawesi Barat. Semangat kebersamaan itu tak hanya terukir dalam foto bersama, tetapi juga dalam janji: melayani dengan hati, untuk tanah yang lebih adil.












