GMNI Polewali Mandar Kecam Dugaan Kekerasan terhadap Kader Saat Aksi Penyampaian Aspirasi

Berita40 Dilihat

SANDEQ.CO.ID POLMAN – Polewali , Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Polewali Mandar mengecam keras dugaan tindakan kekerasan yang dialami salah satu kadernya saat mengikuti aksi penyampaian aspirasi di Kabupaten Polewali Mandar.

Insiden tersebut mengakibatkan salah seorang kader GMNI mengalami luka pada bagian mulut hingga mengeluarkan darah. Peristiwa itu diduga terjadi di tengah berlangsungnya aksi demonstrasi yang dilakukan secara terbuka untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah daerah.

Pengurus Cabang GMNI Polewali Mandar, Bung Bolang, menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap peserta aksi merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam negara demokrasi.

“Kami mengecam keras dugaan pemukulan terhadap kader GMNI Polewali Mandar yang sedang menjalankan hak konstitusionalnya untuk menyampaikan aspirasi di muka umum. Aksi demonstrasi adalah bagian dari demokrasi yang dijamin oleh undang-undang, bukan ruang untuk tindakan represif dan kekerasan,” tegas Bung Bolang.

Menurutnya, peristiwa tersebut tidak hanya melukai kader GMNI secara fisik, tetapi juga mencederai semangat demokrasi dan kebebasan berekspresi yang menjadi hak setiap warga negara.

“Kami sangat menyayangkan adanya dugaan tindakan kekerasan yang menyebabkan kader kami mengalami luka hingga mengeluarkan darah. Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius semua pihak agar tidak terulang kembali di kemudian hari,” lanjutnya.

GMNI Polewali Mandar mendesak pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan secara profesional, transparan, dan tidak tebang pilih guna mengungkap fakta yang sebenarnya terkait insiden tersebut.

“Kami meminta agar seluruh pihak yang terlibat diperiksa secara objektif. Apabila ditemukan adanya tindakan kekerasan, maka pelaku harus bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Bung Bolang.

Lebih lanjut, GMNI Polewali Mandar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses penanganan kasus tersebut serta memperjuangkan ruang demokrasi yang aman bagi seluruh masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan kritik terhadap kebijakan publik.

Sikap GMNI Polewali Mandar

  • 1. Mengecam keras segala bentuk tindakan represif terhadap kader GMNI dalam Aksi Semarak pada 4 Juni 2026.
  • 2. Mendesak pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan secara terbuka kepada publik.
  • 3. Menuntut adanya investigasi yang objektif, transparan, dan akuntabel terhadap peristiwa tersebut.
  • 4. Menuntut Bupati Polewali Mandar untuk mencopot Kasatpol PP dan Wakasatpol PP Kabupaten Polewali Mandar sebagai bentuk pertanggungjawaban atas peristiwa yang terjadi.
  • 5. Mendesak dilakukannya evaluasi total terhadap Satpol PP Kabupaten Polewali Mandar guna memastikan profesionalitas, akuntabilitas, serta penghormatan terhadap hak-hak demokratis masyarakat.

Bung Bolang

Pengurus Cabang GMNI Polewali Mandar

“Demokrasi tidak boleh dibalas dengan kekerasan. Setiap warga negara berhak menyampaikan aspirasinya tanpa rasa takut terhadap intimidasi maupun tindakan represif.

Laporan   :  Anshar
Editor.    :  Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *