Ditengah Kepungan Asap Lantamal Mamuju dan Mapia Aksi Bagi-bagi Masker

Berita27 Dilihat

SANDEQ CO.ID , POLMAN POLEWALI  — Di tengah kabut asap yang menyelimuti Polewali Mandar, kepedulian tak cukup berhenti pada imbauan. Ketika kualitas udara memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan, langkah nyata untuk melindungi kesehatan masyarakat menjadi semakin mendesak.

 

Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mamuju melalui Pos TNI Angkatan Laut Polewali Mandar bersama Yayasan Mandar Peduli Lingkungan (MAPIA) turun langsung membagikan masker kepada masyarakat, Jumat (16/10/2026). Aksi ini menyasar lima titik, yakni SDN 003, SDN 007, SDN 017, SPBU Lantora, dan SPBU Sarampu.

 

Pembagian masker tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang harus tetap menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah ancaman paparan kabut asap. Anak-anak sekolah, pengguna jalan, hingga masyarakat yang beraktivitas di ruang terbuka termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian.

 

Danpos TNI AL Polewali Mandar, Joko Purnomo, mengatakan aksi tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap sesama, sekaligus upaya sederhana untuk membantu masyarakat menjaga kesehatan di tengah situasi yang tidak mudah.

 

“Kita bersyukur bisa berbagi masker. Meskipun ini kecil, niat baik ini semoga menjadi langkah nyata menghadapi fenomena saat ini,” kata Joko.

 

Bagi Joko, langkah sederhana seperti membagikan masker memiliki arti ketika dilakukan dengan kepedulian dan semangat gotong royong. Di tengah persoalan lingkungan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, setiap upaya perlindungan tetap berarti.

 

Kabut asap yang menyelimuti Polewali Mandar dalam beberapa waktu terakhir bukan sekadar persoalan jarak pandang. Paparan asap juga dapat mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan. Risiko tersebut menjadi perhatian ketika masyarakat, termasuk anak-anak, masih harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang memburuk.

 

Ketua Penasihat MAPIA, M. Parid Wahid, menegaskan bahwa penanganan dampak kabut asap membutuhkan langkah konkret dan keterlibatan banyak pihak. Menurut dia, apabila situasi ini tidak ditangani secara serius, dampaknya dapat meluas, mulai dari persoalan kesehatan hingga terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat.

 

“Kami berharap aksi pembagian masker ini melengkapi langkah besar yang dilakukan pemerintah untuk menangani kepungan asap. Meskipun asap ini kiriman, kita di Polman punya tanggung jawab melindungi rakyat,” ujar Parid.

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa asal kabut asap tidak menghapus tanggung jawab bersama untuk melindungi masyarakat yang terdampak. Di mana pun sumbernya, dampak yang dirasakan warga Polewali Mandar tetap membutuhkan perhatian dan penanganan.

 

Seorang warga penerima masker, yang memilih tidak disebutkan namanya, menyampaikan apresiasi atas aksi kolaborasi tersebut. Ia menilai keterlibatan Lanal Mamuju dan MAPIA menunjukkan bahwa kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat tidak cukup disampaikan melalui kata-kata, tetapi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata.

 

Aksi pembagian masker di lima titik itu mungkin tampak sederhana di tengah luasnya persoalan kabut asap. Namun, langkah tersebut membawa pesan penting: melindungi masyarakat adalah tanggung jawab bersama.

 

Sebab, ketika udara yang dihirup menjadi sumber kekhawatiran, kepedulian tidak boleh ikut tenggelam dalam kabut. Masyarakat membutuhkan perlindungan, sementara upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan serta dampaknya harus terus diperkuat.

 

Laporan. : Anshar
Editor.  : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *