Polman, SANDEQ.CO.ID – Enam puluh enam tahun bukanlah sekadar angka dalam perjalanan sebuah daerah. Bagi Kabupaten Polewali Mandar (Polman), usia ini adalah simbol kemandirian, ketangguhan, dan transformasi. Di tengah semarak perayaan hari jadi tahun ini, satu narasi besar yang harus terus kita gaungkan adalah: Mewujudkan Polman Sehat untuk Seluruh Masyarakat.
Sebagai bagian dari tenaga medis dan pengurus Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) di Polman, saya memandang bahwa kesehatan bukan sekadar absennya penyakit, melainkan fondasi utama bagi kemajuan sebuah peradaban. Tanpa masyarakat yang sehat, produktivitas akan melambat, dan mimpi-mimpi besar untuk memajukan daerah akan sulit tercapai.
Kesehatan Sebagai Hak Seluruh Lapisan
Visi “Polman Sehat” harus bersifat inklusif. Artinya, layanan kesehatan tidak boleh hanya berpusat di area perkotaan, tetapi harus menyentuh hingga ke pelosok desa, dari pesisir Pantai Bahari hingga ke pegunungan Matangnga dan Tutar.
Peringatan ke-66 ini adalah momentum bagi kita semua—pemerintah, tenaga medis, dan masyarakat—untuk memperkuat tiga pilar utama:
Aksesibilitas Pelayanan: Memastikan setiap warga Polman, tanpa memandang status sosial, memiliki akses yang mudah dan cepat ke fasilitas kesehatan yang layak.
Kualitas Tenaga Medis: Melalui wadah seperti PDUI, kami terus berkomitmen meningkatkan kompetensi dokter umum agar mampu memberikan pelayanan primer yang komprehensif dan berbasis empati.
Kesadaran Preventif: Sehat dimulai dari rumah. Pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pencegahan stunting harus menjadi gerakan masif di seluruh kecamatan. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.
Sinergi dan Kolaborasi
Membangun Polman yang sehat tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi lintas sektor. Kami PDUI Polman siap berdiri di garda terdepan untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten dalam menyukseskan program-program kesehatan strategis.
Di usia ke-66 ini, tantangan kesehatan global dan lokal semakin dinamis. Mulai dari transisi penyakit menular ke penyakit tidak menular, hingga tantangan digitalisasi layanan kesehatan. Namun, dengan semangat “Sipamandaq” (saling menguatkan), kolaborasi hexahelix, saya optimis kita mampu melewati tantangan tersebut.
Harapan untuk Masa Depan
Melalui tulisan ini, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum HUT Polman ke-66 sebagai titik balik untuk lebih peduli pada kesehatan diri dan lingkungan.
”Kesehatan adalah harta yang paling berharga. Dengan masyarakat yang sehat, Polewali Mandar akan menjadi daerah yang kuat, unggul, maju dan religius.”
Selamat Hari Jadi Kabupaten Polewali Mandar yang ke-66. Mari kita melangkah bersama menuju masa depan yang lebih bugar, lebih produktif, dan lebih sejahtera.
Polman Sehat, Rakyat Kuat !
Tentang Penulis
Dr. Hj. Andi Emy Purnama Natsir, MMR., DPDK. saat ini menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) Cabang Polewali Mandar, yang terus aktif mengawal isu-isu kesehatan masyarakat dan profesionalisme dokter di wilayah Mandar.
Editor : Redaksi






