Polman, SANDEQ.CO.ID – Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan DR. Aco Musaddad HM, membawa angin segar dalam tata kelola persiapan ibadah haji di Kabupaten Polewali Mandar. Mewakili Bupati Polman dalam pembukaan Manasik Haji Tingkat Kabupaten, menyampaikan 4 Pesan Bupati bagi calon Jama’ah Haji Polewali Mandar sekaligus beliau menyampaikan usulan Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar untuk menekankan pentingnya transformasi metode bimbingan dari pola konvensional ke pendekatan digital yang lebih interaktif.
Dalam sambutannya mewakili Bupati, Staf Ahli Bupati DR. Aco Musaddad menguraikan lima poin strategis untuk meningkatkan pemahaman calon jamaah haji:
1. Digitalisasi Manasik Haji, Beliau mengusulkan kepada Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Barat agar mulai mengadopsi kemajuan teknologi. Menurutnya, pendekatan digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar informasi mengenai tahapan ibadah haji dapat tersampaikan dengan lebih presisi.
2. Formula 80:20 (Visual vs Ceramah), Mengevaluasi metode ceramah yang selama ini mendominasi, DR. Aco menilai pola tersebut cenderung membuat jamaah cepat lelah dan kurang fokus.
”Kita butuh pendekatan baru. Kedepan, manasik sebaiknya menggunakan 80 persen visualisasi dan hanya 20 persen ceramah. Dengan melihat simulasi visual, jamaah akan lebih mudah membayangkan kondisi di tanah suci,” ujar DR. Aco Musaddad.
3. Dukungan Fasilitas Pemkab Polman, Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemerintah Daerah Kabupaten Polman siap memfasilitasi kegiatan manasik di Ruang Pola Kantor Bupati. Fasilitas ini dinilai sangat mumpuni karena telah dilengkapi dengan teknologi Videotron besar, ruangan Full AC, serta perangkat audio-visual yang mendukung kenyamanan jamaah.
4. Pembelajaran Berbasis Kelompok, Agar materi lebih meresap, diusulkan agar peserta dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil (small groups). Hal ini bertujuan agar sesi tanya jawab dan praktik simulasi dapat dilakukan dengan lebih intensif dan personal.
5. Polman Sebagai Pilot ProjectD, dengan kesiapan infrastruktur dan gagasan ini, DR. Aco Musaddad optimis bahwa Kabupaten Polewali Mandar dapat menjadi percontohan (role model) nasional dalam pemanfaatan digitalisasi metode manasik haji dan umrah.
”Inovasi ini bertujuan agar jamaah kita tidak hanya siap secara fisik dan finansial, tapi benar-benar menguasai tata cara ibadah secara visual sebelum menginjakkan kaki di Makkah dan Madinah,” pungkasnya.(*)
Editor : Redaksi






