Polman, SANDEQ.CO.ID – Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Hj. Andi Depu, dr. Hj. Andi Emy Purnama, MMR., DPDK, secara resmi menggaungkan transformasi budaya kerja baru di lingkungan rumah sakit. Melalui penguatan ruang komunikasi digital internal, manajemen berkomitmen penuh untuk menghapus sekat antarprofesi dan status kepegawaian demi menghadirkan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat Polewali Mandar.
Dalam arahan strategisnya, dr. Andi Emy menegaskan bahwa mutu pelayanan kesehatan mutlak bertumpu pada tiga pilar utama : Cepat dalam merespon, Mudah dalam proses, dan Peduli dalam melayani.
Ketiga aspek ini diintegrasikan ke dalam budaya kerja nyata lewat gerakan “Senyum, Sapa, Peduli”.
“Rumah sakit yang hebat tidak dibangun oleh satu orang, satu profesi, atau satu unit saja. Rumah sakit yang hebat dibangun oleh seluruh insan di dalamnya yang bekerja dengan satu hati yang sama untuk melayani,” ujar dr. Andi Emy dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 29 Oktober 2026.
Ia merinci bahwa aspek ‘Cepat’ bukan berarti terburu-buru, melainkan sikap responsif terhadap kebutuhan pasien, kecepatan dalam memberikan informasi, serta ketepatan mengambil tindakan medis tanpa membiarkan keluarga pasien menunggu tanpa kepastian. Sementara aspek ‘Mudah’ diartikan sebagai simplifikasi birokrasi dan prosedur agar masyarakat tidak merasa dipersulit saat membutuhkan pertolongan medis.
“Cepat’ bukan berarti terburu-buru, melainkan sikap responsif terhadap kebutuhan pasien, kecepatan dalam memberikan informasi, serta ketepatan mengambil tindakan medis tanpa membiarkan keluarga pasien menunggu tanpa kepastian. Sementara aspek ‘Mudah’ diartikan sebagai simplifikasi birokrasi dan prosedur agar masyarakat tidak merasa dipersulit saat membutuhkan pertolongan medis.” terangnya.
Secara khusus, dr. Andi Emy juga menyerukan penghapusan sekat pembatas antara Aparatur Sipil Negara (PNS/PPPK) atau tenaga Kontrak BLUD. Seluruh elemen mulai dari dokter, perawat, tenaga administrasi, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan memiliki peran yang sama krusialnya dalam menentukan wajah dan mutu pelayanan rumah sakit.
“Tidak penting siapa kita dan apa status kita di rumah sakit. Yang terpenting adalah apa kontribusi nyata kita untuk pasien dan kemajuan rumah sakit ini. Pasien tidak hanya mengingat tindakan medis yang kita berikan, tetapi juga bagaimana kita membuat mereka merasa nyaman dan dihargai,” tambahnya.
RSUD Hajjah Andi Depu menargetkan prioritas, diantaranya percepatan solusi kendala lapangan, penguatan budaya keselamatan pasien, peningkatan respon terhadap kritik publik, serta penegakan etika komunikasi profesional. Langkah ini diharapkan mampu membawa energi baru bagi tata kelola kesehatan daerah berbasis integritas dan profesionalisme.
“Pasien mungkin lupa apa yang kita katakan, tetapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana cara kita memperlakukan mereka,” tegas owner dr. Emy Beauty clinic ini.
“Menyembuhkan adalah tugas medis, tetapi merawat dengan hati adalah panggilan kemanusiaan.”tutupnya. (*)
Editor : Redaksi





